Masuk STAN Sulitnya... Sri Mulyani Sebut Hanya 0,6% Pelamar yang Lulus

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 16:50 WIB
Kampus PKN STAN
Foto: Pinterst
Jakarta -

Menjadi mahasiswa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN memang tidak mudah, mahasiswa STAN melalui berbagai seleksi untuk bisa kuliah di kampus yang dikelola Kementerian Keuangan ini. Jangan heran, bila yang lulus menjadi mahasiswa STAN akan merasa sangat bangga.

Hal itu pun diamini oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia mengatakan semua mahasiswa di PKN STAN merupakan putra-putri terbaik di seluruh negeri.

Bagaimana tidak bangga? Tahun ini saja, mahasiswa baru yang diterima di PKN STAN tahun ini jumlahnya hanya sekitar 0,6% dari seluruh pendaftar. Artinya, mahasiswa baru STAN merupakan yang terbaik dari yang terbaik dalam proses seleksi.

"Kalian patut berbangga memang, orang tua dan saudara kalian juga pasti berbangga," ungkap Sri Mulyani dalam acara penyambutan mahasiswa baru PKN STAN, Dinamika 2021, Kamis (23/9/2021).

Sri Mulyani menjabarkan total calon mahasiswa yang mendaftar di PKN STAN tahun ini ada 44.540 orang. Yang diterima cuma 500-an orang saja, 272 mahasiswa reguler dan 240 orang mahasiswa tugas belajar.

"Kalian 0,6% dari total pendaftar, Anda adalah top of the top, dan jadi putra putri terbaik. Maka, jangan sia-siakan belajar di STAN," kata Sri Mulyani.

Nah karena rasa kebanggaan itu, Sri Mulyani juga berpesan agar tidak kebablasan. Maksudnya, saking bangganya mahasiswa baru di STAN malah jadi jumawa, sombong, dan arogan. Rasa bangga itu bukan untuk berpuas diri menurutnya, melainkan untuk memompa semangat belajar di PKN STAN.

"Saya ingatkan juga, kebanggaan yang kalian miliki saat ini jangan sampai sebabkan kalian (para mahasiswa baru) jadi arogan, jadi jumawa, terus sombong dan berpuas diri. Karena kebanggaan yang jadi kesombongan dan terlalu puas diri dan arogansi pasti akan hancurkan kalian," tegas Sri Mulyani.

"Tetaplah gunakan kebanggaaan yang kalian rasakan ini sebgaai pompa untuk semangat kalian," pungkasnya.

Di sisi lain, seleksi ketat yang diterapkan PKN STAN memang wajar adanya dilakukan. Pasalnya, para mahasiswa STAN akan dicetak menjadi punggawa keuangan negara. Seperti diketahui, sekolah tinggi yang satu ini berbentuk kedinasan dan dikelola oleh Kementerian Keuangan.

Dalam catatan detikcom, dari FAQ Siaran Pers BPPK Kemenkeu dijelaskan bahwa PKN STAN merupakan sekolah yang mencetak aparatur pengelola keuangan negara di Indonesia. Nantinya mahasiswa STAN saat lulus akan ditugaskan menjadi aparatur keuangan di lembaga dan instansi pemerintah.

Hanya saja, penugasan yang diberikan nanti tak hanya di Kemenkeu saja, para lulusan PKN STAN juga bisa tempatkan di instansi pemerintah yang lainnya. Asal, terdapat kebutuhan sesuai dengan lulusannya.

"PKN STAN merupakan perguruan tinggi pencetak aparatur pengelola keuangan negara di Indonesia, sehingga, kebijakan penempatan lulusan PKN STAN juga akan tetap memperhatikan kebutuhan aparatur pengelola keuangan negara pada tiap-tiap instansi pemerintah," bunyi informasi yang dikutip detikcom.

Simak juga Video: Sri Mulyani Jelaskan 7 Agenda Keuangan yang Dibahas di KTT G-20

[Gambas:Video 20detik]




(hal/dna)