Lebih dari 60 Juta Orang Nggak Lolos Kartu Prakerja

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 18:30 WIB
Prakerja Gelombang 19
Foto: Prakerja Gelombang 19 (M Fakhry Arrizal/detikcom)
Jakarta -

Realisasi penerimaan Program Kartu Prakerja hingga September 2021 sudah mencapai 5,9 juta orang. Akan tetapi angka tersebut masuk berbeda jauh dengan jumlah orang yang mendaftar program ini.

"Jadi kami baru saja menetapkan peserta gelombang ke 21 jumlahnya sehingga pada tahun 2021 ini update-nya 5,9 juta penerima pada tahun 2021, sedangkan tahun 2020 gelombang 1-11 itu total penerima kartu prakerja itu 5,5 juta orang," kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Pra Kerja Denni Puspa Purbasari dalam live streamingnya, Kamis (23/9/2021).

Denni mengatakan, jumlah total pendaftar program kartu Prakerja hingga saat ini ada sekitar 75 juta orang. "Kemudian kalau bicara tentang jumlah pendaftar total, ini kalau mulai dari masuk email itu 75 juta user," ujarnya.

Artinya jika dihitung penerima tahun 2020 ditambah dengan penerima di tahun 2021 kemudian dikurangi dengan jumlah user pendaftar, maka ada sekitar 63,4 juta pendaftar yang belum beruntung mendapatkan program kartu Prakerja ini.

Lebih lanjut, dari penerima di semester I-2021 hampir 99% di antaranya telah menyelesaikan pelatihan. Capaian lain yang berhasil dilakukan yakni peningkatan skor sebagai indikator pengetahuan, keterampilan dan attitude peserta setelah mengikuti pelatihan dalam program kartu Prakerja.

"Yang menarik adalah skornya mereka. Jadi ada kenaikan skornya dari 55 ke 69 secara statisik meningkat signifikan," ujarnya.

Beberapa lulusan Prakerja pun disebutnya telah berhasil mendapatkan pekerjaan dari mulai menjadi supervisor di perusahaan telekomunikasi hingga menjadi jurnalis di media lokal.

Bicara mengenai persebaran, saat ini Program Kartu Prakerja disebutnya sudah mampu menjangkau seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia. Adapun beberapa kendala seperti internet yang tidak stabil dapat teratasi dengan kolaborasi bersama Pemerintah Daerah setempat.

Pihaknya pun membuka peluang sebesar-besarnya bagi mitra pelatihan Prakerja. "Jadi kalau mitra-mitra kami mengikuti kebijakan dari komite cipta. Sejak awal semua pelatihan itu sifatnya mereka mendaftar dan kita menerima dengan syarat dan ketentuan, jadi lembaga manapun yang berkualitas kita tidak menutup diri terhadap lembaga pelatihan manapun," tutupnya.

(das/das)