Tahukah Kamu? Evergrande Bikin Dunia Waswas

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 19:30 WIB
Evergrande
Foto: Dok. Istimewa

3. Langkah yang Ditempuh

Evergrande menyampaikan Rabu lalu ke Bursa Efek Shezhen bahwa terkait pembayaran obligasi domestik yuan telah diselesaikan melalui negosiasi. Jumlah bunga yang terutang pada obligasi adalah sekitar 232 juta yuan (US$ 36 juta) menurut data dari Refinitiv.

Kabar tersebut sedikit menenangkan meski banyak pertanyaan yang belum terjawab. Evergrande tak merinci nasib pembayaran bunga senilai US$ 83 juta pada obligasi berdenominasi dolar yang jatuh tempo Kamis.

Perusahaan juga telah mencoba untuk menjual menara kantornya di Hong Kong yang dibeli dengan harga sekitar US$1,6 miliar pada tahun 2015.

4. Reaksi Investor

Aksi protes terjadi di kantor pusat Evergrande di Shenzhen. Rekaman dari Reuters menunjukkan sejumlah demonstran di lokasi pada hari Senin, mendatangi seseorang yang diidentifikasi sebagai perwakilan perusahaan. Nilai saham perusahaan telah turun 80% di tahun ini.

Awal bulan ini, Fitch dan Moody's Investors Services sama-sama menurunkan peringkat kredit Evergrande dengan alasan masalah likuiditas.

"Kami melihat default dari beberapa jenis sebagai kemungkinan," tulis Fitch dalam catatan baru-baru ini.

5. Pemerintah Diminta Turun Tangan

Analis mengharapkan pemerintah China untuk campur tangan untuk membatasi dampak jika Evergrande default. Pekan lalu, Fu Linghui, juru bicara Biro Statistik Nasional China, mengakui adanya kesulitan beberapa perusahaan real estate besar menurut media pemerintah.

Tanpa menyebut Evergrande secara langsung, Fu mengatakan bahwa pasar real estat China tetap stabil tahun ini tetapi dampak dari peristiwa baru-baru ini pada perkembangan seluruh industri perlu diperhatikan.

Williams, dari Capital Economics, memperkirakan bahwa bank sentral China akan turun tangan dengan dukungan likuiditas jika kekhawatiran default besar meningkat.

Pihak berwenang dikatakan akan mengambil tindakan. Pekan lalu, Bloomberg mengutip sumber anonim yang mengatakan bahwa regulator telah meminta firma hukum internasional King & Wood Mallesons, di antara penasihat lainnya, untuk memeriksa keuangan. King & Wood Mallesons menolak berkomentar.


(acd/das)