Simak Nih! Tips dan Trik Lolos Prakerja dari 'Orang Dalam'

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 19:45 WIB
Program Prakerja Tak Efektif di Tengah Pandemi
Foto: detik
Jakarta -

Program Kartu Prakerja kini sudah sampai gelombang 21. Penerimanya pun sudah diumumkan pada Rabu (22/9) kemarin. Akan tetapi, masih ada peserta yang tidak lolos di gelombang kedua ini.

Eits, jangan khawatir karena pemerintah masih memperpanjang Program Kartu Prakerja hingga akhir tahun. Jadi masih ada kesempatan bagi masyarakat lain untuk mendaftar di gelombang selanjutnya.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Pra Kerja Denni Puspa Purbasari berbagi tips dan trik untuk bisa lolos seleksi Prakerja. Dia mengatakan, tips pertama agar lolos Prakerja yaitu join batch (gelombang).

"Yang paling penting selalu join batch. Sering kali teman-teman itu sudah masukkin data tapi kemudian lupa untuk klik join batch," kata Denni dalam live streaming, Kamis (23/9/2021).

Setelah itu, peserta wajib memastikan data identitas yang dimasukkan benar termasuk email. "Jangan salah ketik. Karena begitu salah ketik pasti tidak bisa di proses selanjutnya," ujarnya.

Kemudian, peserta harus memastikan bukan dari bagian dari kelompok yang tidak boleh menerima kartu Prakerja seperti Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepala Desa dan perangkat desa dan Direksi, Komisaris, serta Dewan Pengawas pada badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah.

"Terutama pada kelompok-kelompok yang pada saat masa pandemi ini memang kita diminta untuk tidak saling overlap antar bantuan, karena kan yang terdampak pandemi ini sangat besar. Kemudian teman-teman pastikan ketika menjawab pertanyaan untuk test motivasi dan kemampuan dasar itu juga menjawab dengan sebaik-nya," jelasnya.

Dia mengatakan, ada juga yang tidak lolos Prakerja karena keterangan NIK terdaftar di bantuan lain atau masih terdaftar di Perguruan Tinggi. Maka pihak penyelenggara tidak bisa meloloskan dan peserta harus melakukan klarifikasi kepada pihak terkait.

"Sebetulnya tipsnya hanya itu. Kalau teman-teman belum mendapatkan program kartu Prakerja, itu kan disebelah kanan ada keterangan. Kalau keterangannya bunyinya misalkan 'NIK Anda sudah terdaftar di Kementerian apa gitu' nah itu artinya teman-teman kita tidak bisa meloloskan, karena kalau kami meloloskan artinya kami telah melanggar aturan," tuturnya.

"Jadi kalau misalnya saja teman-teman sesungguhnya sudah lulus kuliah tapi 'kok masih dicatat sebagai mahasiswa aktif' nah silahkan kemudian teman-teman bisa melayangkan pertanyaan tersebut kepada Kemendikbud. Sama halnya kalau teman-teman penerima bantuan sosial, maka silahkan karena situasi tidak seperti itu (tidak mendapat bantuan) tolong layangkan pertanyaan kepada Kemensos. Karena prakerja hanya menggunakan informasi dari K/L," sambungnya.

Sementara itu, jika keterangan yang ada dalam pengumuman menyatakan 'Anda belum lolos gelombang' artinya peserta harus bersabar dan menunggu gelombang selanjutnya. Denni menyebut, Program Kartu Prakerja akan berlanjut hingga tahun 2022 sesuai dengan Nota Keuangan RAPBN yang sudah disebutkan.

"Sudah saya sampaikan pendaftar kartu Prakerja sangat besar sehingga di sini tidak semuanya mendapatkan. Jadi teman-teman tolong bersabar, ada kesempatan gelombang-gelombang yang akan datang. Tahun depan juga kartu prakerja akan berlanjut sesuai dengan apa yang telah disampaikan di nota keuangan RAPBN, jadi bersabar saja," tutupnya.

(das/das)