RI Ajukan Tambahan Pinjaman dari Bank Dunia

RI Ajukan Tambahan Pinjaman dari Bank Dunia

- detikFinance
Selasa, 11 Apr 2006 12:01 WIB
Jakarta - Setelah minta tambahan pinjaman ke Bank Pembangunan Asia (ADB), Indonesia juga akan minta tambahan pinjaman dari Bank Dunia. Jumlah pinjaman dari Bank Dunia diharapkan bisa lebih besar dari komitmen tahun ini sebesar US$ 400 juta untuk pinjaman proyek."Yang disampaikan Bank Dunia kan US$ 400 juta. Cuma nanti kita akan negosiasi lebih," kata Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (11/4/2006).Paskah termasuk salah satu menteri yang mengikuti pertemuan dengan Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz. Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Menko Perekonomian Boediono, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati.Paskah menambahkan, permintaan tambahan dana itu ditujukan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang rusak.Paskah menjelaskan untuk tahun 2006, Indonesia akan minta ke Bank Dunia pinjaman program untuk dua buah proyek sebesar US$ 400-500 juta. Sedangkan untuk pinjaman 5-6 proyek senilai US$ 700 juta. Proyek-proyek tersebut cukup beragam dari proyek air bersih, jalan dan infrastruktur. "Dalam pembicaraan kita memang sedang mempersiapkan kesiapan proyek dan pemda. Bappenas juga akan tetap mempersiapkan proyeknya sehingga pelaksanaan berjalan dengan baik. Kita upayakan untuk proyek-proyek yang melibatkan pemda bebas dari commitment fee. Ini untuk tahun 2006," ujarnyaTambahan Dana PapuaDalam kesempatan tersebut, Paskah juga menyampaikan, dana untuk Papua kemungkinan bisa bertambah menjadi Rp 16 triliun, dari rencana semula Rp 12,7 triliun.Dana itu merupakan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta Dana Dekonstruksi dan Otonomi Khusus. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads