Dear Pengusaha, Ini Cara agar Konten yang Dibuat Cepat Viral

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 20:05 WIB
Ilustrasi konten viral
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Viral merupakan salah satu teknik digital marketing yang kini digunakan brand untuk mengenalkan produknya. Meski terkesan familiar, nyatanya membuat sebuah konten menjadi viral tidak lah mudah.

Viral memiliki teknik marketing untuk meningkatkan awareness. Selain itu, dilansir dari bussinessnewsdaily, ada beberapa tahapan untuk membuat sebuah konten menjadi viral.

1. Pahami Netizen

Gelombang viral sepenuhnya bergantung pada audiens yang dalam hal ini merupakan netizen. Dalam hal ini, perusahaan bisa dibantu dengan menyewa influencer yang memiliki banyak follower untuk memviralkan suatu konten.

Mungkin Anda bisa menggunakan jasa buzzer, meskipun hal ini memiliki kelemahan, yaitu konten tidak menjadi viral secara organik. Hal ini bertolak belakang dengan tujuan untuk mengenalkan produk yang ingin disampaikan kepada audiens yang lebih luas.

2. Temukan Perhatian agar Orang Mengklik Konten

Viral tak lepas dari peran internet dan berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, Twitter, dan TikTok. Makanya apa yang menjadi trending atau banyak dicari di platform tersebut harus linear dengan konten yang ingin diviralkan, baik dalam sebuat video, artikel, atau infografis.

Selain itu, gunakan judul hingga thumbnail yang dapat menarik perhatian netizen, minimal agar mereka dapat mengklik konten terlebih dulu. Hal ini juga yang banyak dilakukan youtuber hingga influencer dalam membuat konten, seperti membuat judul kapital dan clickbait hingga thumbnail yang menarik untuk diklik.

3. Buat Konten yang Pantas untuk Dibagikan Ulang

Usai mendapatkan perhatian netizen, langkah selanjutnya adalah bagaimana konten itu dapat dibagikan ulang ke teman-temannya. Makanya isi konten yang disajikan menjadi penting dalam cara kedua ini.

Utamakan membuat konten yang dapat menyentuh emosi netizen, baik senang, emosi, marah, tertawa, dan lain sebagainya. Sebab hal ini biasanya akan membuat mereka ingin membagikan ulang apa yang dilihatnya.

Selain strategi yang matang, tentunya Anda juga membutuhkan peranti yang cocok untuk membuat konten-konten menarik. Salah satunya deretan laptop ASUS OLED yang bisa jadi pilihan buat membuat konten lebih maksimal.

Untuk itu tentu Anda membutuhkan beberapa strategi yang bisa mengakselerasi konten tersebut. Agar lebih mudah membuat konten, tentunya Anda juga membutuhkan peranti yang cocok untuk membuat konten-konten menarik. Untuk itu, ASUS OLED bisa jadi pilihan buat membuat konten lebih maksimal.

Hal itu juga yang dialami seorang videografer di salah satu perusahaan media swasta, Okta Marfianto. Ia menilai teknologi yang digunakan di layar tersebut sangat berkaitan erat dengan keseharian pekerjaannya.

Survei Asus Foto: Screenshoot/detikcom

Mulai dari pembuatan skrip hingga video editing. Okta mengakui meski berjam-jam di depan laptop tersebut tidak membuat matanya lelah. Hal itu karena ASUS OLED sudah bersertifikasi TUV Rheinland yang memang dikhususkan untuk perawatan mata.

"Dan satu lagi, teknologi di layar ini yang menurut gua mendukung banget adalah akurasi yang tepat. Jadi ketika hasil shooting gue import ke laptop ini kualitas warnanya itu nggak berubah, dari hasil yang udah gua dapet di kamera itu jadi, proses grading warnanya itu gua enak banget, kayak warna sebenarnya yang emang udah gua setting di kamera gitu," jelas Okta.

Sebagai informasi, ASUS OLED ditenagai prosesor generasi 10 dari Intel yang mendukung berbagai aktivitas pengguna. Kegiatan bermain game, bekerja, mengedit video, multitasking dapat berjalan lancar dengan prosesor tersebut. Tersedia pilihan prosesor Intel Core i3, Core i5, Core i7, hingga Core i9 untuk ASUS OLED.



Simak Video "10 Orang Ini Kasih Alasan Kenapa Teknologi ASUS OLED Worth to Have"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)