Targetkan 2,5 Juta Petani Muda di 2024, Pemerintah Genjot Akses KUR

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 23:18 WIB
JATILUWIH, BALI, INDONESIA - JUNE 19:  A farmer spreads paddy stalks to be dried under the sunlight during harvest season at Jatiluwih on June 19, 2014 in Tabanan, Bali, Indonesia. Industry Officials and analysts are expecting Indonesia to more than double its rice imports to around 1.5 million tons in 2014 from an estimated 700,000 tons imported in 2013 ahead of a general election and El Nino looms on the horizon which could lead into drought and lack of rainfall. Jatiluwih is famous for its well-maintained terraced rice fields and functioning subak traditional irrigation system. UNESCO has recognized it as one of the worlds heritage sites. (Photo by Agung Parameswara/Getty Images)
Foto: Getty Images/Agung Parameswara
Jakarta -

Memperingati Hari Tani Nasional yang berlangsung setiap 24 September, pemerintah menyalurkan KUR bagi para petani. Sekjen Kementerian Pertanian RI Kasdi Subagyono menyampaikan di tengah pandemi, sektor pertanian masih tumbuh secara positif. Meski demikian, pertanian Indonesia masih membutuhkan dukungan seluruh pihak. Dengan demikian, pertanian dapat terus bangkit dan mempertahankan ketahanan pangan nasional.

"Pertanian adalah sektor yang kebal dan tangguh, salah satu atau bahkan satu-satunya sektor yang masih bisa tumbuh positif di masa pandemi. Pertanian cenderung tidak terganggu krisis ekonomi atau imbas pandemi. Produksi unggulan tetap bisa ditanam, bisa dioperasikan, bahkan menanam di pekarangan rumah pun bisa diupayakan," tutur Kasdi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

Dalam Dialog Produktif Kabar Kamis Siang Kasdi menyampaikan ekspor menjadi penyumbang terbesar pada sektor pertanian, dengan angka mencapai 91%. Dalam hal ini, komoditas sawit merupakan penopang ekspor terbesar. Bahkan, melalui Merdeka Export pada Agustus lalu, Indonesia dapat melakukan ekspor ke 60 negara dan menghasilkan lebih dari Rp 7 triliun.

Oleh karena itu, Kasdi menyebut pemerintah perlu membantu para petani melalui KUR guna mempertahankan momentum positif ini. Ia berharap bantuan tersebut dapat terserap cepat dan bermanfaat guna mendukung berbagai kegiatan pertanian. Bantuan juga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk-produk pertanian. Terlebih penyerapan KUR Pertanian sangat baik, yakni lebih dari 100% pada 2020.

"Banyak usaha di bidang pertanian yang terbukti mampu mendatangkan hasil sehingga bank yakin pinjaman itu pasti kembali," katanya.

Lebih lanjut Kasi menjelaskan pemerintah juga memfasilitasi penyerapan KUR, terutama bagi para petani milenial yang memulai usaha dari nol. Meski demikian, KUR juga dapat dimanfaatkan oleh petani lainnya.

Kasdi mangatakan pihaknya menargetkan akan menciptakan 2,5 juta orang petani milenial pada 2024. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan memberikan bimbingan, pelatihan, evaluasi, dan akses KUR. Selain itu, Kementan juga akan mengawal dan memberi pendampingan ekspansi ke petani milenial ini hingga berhasil.

"KUR ini sangat efektif, kami dorong untuk diakses semaksimal mungkin. Selain kami fasilitasi untuk akses, juga akan diberikan konsepsi usaha. Kita lihat pasar perlunya apa, itu yang akan diusahakan," tegas Kasdi.

Terkait hal ini, Kasdi juga menyoroti pentingnya konsep korporasi pertanian. Menurutnya, hal ini akan memotong mata rantai produksi dan distribusi sehingga mendekatkan petani dengan pasarnya.

Di sisi lain, Sekjen Aliansi Petani Indonesia (API) Muhammad Nuruddin menjelaskan soal bentuk dukungan advokasi yang diberikan oleh pihaknya dalam penyaluran KUR. Bagi petani yang mengalami kesulitan akses, API akan menjadi jembatan antara petani dengan pemangku kebijakan serta Dinas Pertanian terdekat. Selain itu, API juga mendorong konsep kewirausahaan petani sehingga petani memenuhi persyaratan bank dalam mendapatkan kredit usaha.

Dikatakan Nuruddin, regenerasi petani sangat penting dan saat ini tengah diupayakan berbagai pihak. Ia pun mengajak anak-anak petani atau para petani muda menjadi jembatan adaptasi perubahan teknologi pertanian. Hal ini mengingat teknologi memiliki peran penting dalam pertanian modern.

"Implementasi ini butuh peran anak muda. Kita harus memastikan bahwa solusi setiap kendala pertanian sebetulnya ada di desa," tegasnya.

Ia menyatakan saat ini pemerintah juga telah bergerak dalam hal pemberdayaan anak-anak muda. Salah satunya dengan merekrut anak muda dalam pilot project Kementan.

"Seperti upaya Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa, dalam sebuah pilot project di mana desa merekrut anak-anak muda memetakan lahan-lahan sawah, untuk bantu memperhitungkan luasan panen di suatu kawasan," tuturnya.

Melalui hal ini, dirinya yakin anak muda dapat diberdayakan sebagai penyuluh swadaya dan menjadi solusi tingkat awal di lapangan yang dekat dengan para petani.

CEO Kedai Sayur Indonesia Adrian Hermanto menjadi salah satu anak muda yang turun langsung membantu tumbuhnya sektor pertanian. Dengan fokus utama menghubungkan banyak pihak, Kedai Sayur melakukan berbagai kolaborasi.

Di sisi hulu, Adrian bekerja sama dengan para petani, sedangkan di sisi hilir dengan para tukang sayur. Adrian juga bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Agro dalam hal teknologi finansial, serta Kementan untuk membantu pendampingan agronomi para petani.

Menurut Adrian, dengan masuknya semakin banyak petani milenial, maka sumber daya manusia di sektor pertanian akan bertambah. Ia berharap para petani milenial mampu membantu mengangkat petani lainnya sehingga kualitas hasil pertanian semakin stabil dan mampu bersaing.

"Kedai Sayur adalah ekosistem kolaborasi semua pihak, dengan misi membawa sektor informal ke tahap digitalisasi dan modernisasi, terutama yang terkait rantai distribusi bahan pangan segar," pungkasnya.

(mul/hns)