Konglomerat Jerman Buru-buru Bawa Kabur Aset ke Swiss, Ada Apa Nih?

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 21:53 WIB
Bendera Jerman
Ilustrasi/Foto: (Thinkstock)
Jakarta -

Jelang pemilu di Jerman pada 26 September mendatang, konglomerat Jerman ramai-ramai memindahkan asetnya ke Swiss. Mereka khawatir apabila Partai Sosialis berkuasa, penerapan pajak untuk orang kaya dan pengetatan pajak warisan, menjadi agenda politik.

"Untuk orang super kaya, ini sangat panas. Keluarga pengusaha sangat khawatir," kata salah satu pengacara, dikutip dari Reuters, Jumat (24/9/2021).

Dari data yang dihimpun dari Bank for International Settlements menunjukkan simpanan keluarga dan perusahaan Jerman di banyak bank Swiss naik hampir US$ 5 miliar setara Rp 71,4 triliun (kurs Rp 14.272) menjadi US$ 37,5 miliar pada kuartal-I 2021. Kenaikan itu, belum termasuk saham, obligasi, atau produk keuangan.

Namun, kenaikan terbaru belum diluncurkan ke publik. Orang dalam bank Swiss meyakini, arus masuk aset baru dari Jerman masih terus berlanjut.

"Saya telah meyakini ada jumlah uang baru di atas rata-rata dalam tiga bulan terakhir," kata orang dalam di sebuah bank besar Swiss yang berurusan dengan nasabah Jerman.

Ramainya orang kaya Jerman pindahkan asetnya ke Swiss, menunjukkan Swiss masih menjadi pilihan tempat yang menarik untuk menyimpan kekayaan. Hal itu juga menguntungkan bagi bank-bank di Swiss.

Keuntungan itu telah berlangsung sejak 2020. Daftar bank yang mendapatkan keuntungan, mulai dari UBS (UBSG.S), Credit Suisse (CSGN.S) dan Julius Baer (BAER.S).

Sebagai informasi, pergerakan politik Jerman jelang pemilu mengkhawatirkan orang-orang kaya di sana. Pasalnya, Social Democrats (SPD) yang beraliran kiri mengampanyekan soal pajak orang kaya. Hal itu diakui oleh bankir di salah satu bank Swiss.

"Banyak orang kaya, terutama pengusaha, khawatir akan ada pergerakan ke kiri di Jerman, tidak peduli bagaimana hasil pemilihannya," ujar, Florian Dürselen, Wealth Manager LGT Swiss.

(hns/hns)