Kerek Harga, Mendag Mau Serap Telur Peternak buat Bansos

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 25 Sep 2021 17:40 WIB
Mendag M Lutfi
Mendag M Lutfi/Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berencana menyerap telur dari para peternak untuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki harga telur yang sedang anjlok.

"Jadi, ini salah satu terobosan yang sedang dipikirkan oleh pemerintah, supaya harga telur ini baik, dan juga meningkatkan gizi masyarakat. Ini yang sedang kami pikirkan. Kita bantu semua sama-sama, supaya bisa jalan perekonomian," kata Lutfi dikutip dari Antara, Sabtu (25/9/2021).

Lutfi menyampaikan hal itu usai mengunjungi Pasar Badung, Bali, di mana ia mendengar keluhan tentang anjloknya harga telur di beberapa wilayah di Indonesia.
Untuk itu, ia berupaya agar hasil panen para peternak dapat diserap secara maksimal.

Sejak diajak berbicara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Pertanian, dan peternak ayam petelur dari Desa Suruhwadang, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, bernama Suroto di Istana Kepresidenan, Lutfi memikirkan nasib para peternak.

"Harga telur ini karena memang daya belinya turun. Maka harga telur secara nasional berada sekitar 10-20% dari harga standar Kementerian Perdagangan," ujar Lutfi.

Untuk itu, dengan menyerap telur dari peternak, pemerintah tidak hanya membantu para peternak ayam petelur, namun strategi tersebut juga bisa menjaga gizi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Harga telur ayam anjlok di sejumlah daerah Indonesia. Harganya bahkan terus menyentuh level terendah hingga di bawah Rp 20.000 per kilogram (kg) dari harga normal Rp 20.000 sampai Rp 25.000. Di tingkat agen bahkan harganya menyentuh Rp 17.500 per kg.

(ara/ara)