Gemerlap Kambing Hias, Bentuk Unik Harga Bisa Sampai Puluhan Juta

Erika Dyah - detikFinance
Minggu, 26 Sep 2021 15:50 WIB
Kambing Hias Lampung
Foto: Agung Pambudy/detikcom
Jakarta -

Makin unik makin menarik, hal inilah yang menjadi daya tarik dari kambing hias jenis PE atau Peranakan Etawa. Tak hanya dicintai karena keunikan tampilannya, kambing yang juga dikenal dengan sebutan kambing kontes ini seringkali jadi incaran karena bisa menghasilkan cuan yang menjanjikan.

Salah seorang peternak kambing hias asal Lampung Tengah, Nanto berbagi cerita tentang bisnis ternak dan jual-beli kambing yang sudah ditekuninya sejak 2012 silam. Nanto mengaku mulai berbisnis kambing dengan modal Rp2 juta saja saat itu. Berhasil memutar uang, Nanto pun mulai meningkatkan bisnis di tahun 2015 dengan merambah ternak kambing jenis kontes untuk meraih untung lebih banyak.

"Awal mula saya memelihara kambing kontes karena saya melihat keindahan kambing tersebut. Terasa ada keunikan apabila menernak kambing kontes atau PE. Bukan hal yang tidak mungkin jadi penghasilan yang lumayan," ungkap Nanto kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Nanto menjelaskan bisnis kambing hias biasanya dilihat dari spesifikasi dari postur kambing yang unik. Adapun spesifikasi yang menjadi pertimbangan dan mampu mempengaruhi harga jual biasanya dilihat dari bentuk telinga, tanduk, mulut, hidung, panjang serta tinggi badan, dan lain sebagainya.

"Spek bagus (untuk kambing kontes) bisa dilihat dari yang Arjuna, pejantan milik saya ini, kalau telinga sudah panjang tebal lebar, pasung juga sudah bagus, tanduk sesuai spek, badan panjang, ini sudah ciri-ciri kontes," ujar Nanto.

"Yang dilihat spek, terutama mulut. Kalau kata orang nyatem, mulutnya itu panjang yang bawah. Hidungnya tenggelam, itu ciri khas kambing kontes yang harganya tinggi," imbuhnya.

Selain dari posturnya, Nanto menyebut warna dari kambing yang diternak mampu mempengaruhi harga. Menurutnya, kambing dengan kepala berwarna hitam dan badan berwarna putih ialah jenis yang sering dicari untuk kontes. Sehingga, harganya pun lebih mahal. Sementara kambing PE dengan badan berwarna hitam lebih cocok untuk dijadikan breeding/peranakan.

Kambing Hias LampungKambing Hias Lampung Foto: Agung Pambudy/detikcom

Ia pun menyebut bisnis dari kambing hias cukup menjanjikan untuknya. Terlebih, tidak ada musim khusus untuk kambing hias, tak seperti kambing pedaging yang biasanya hanya ramai menjelang atau saat musim kurban.

"Kalau kambing kontes kayak gini nggak ada namanya pasaran menurun. Itu yang enak kita, sepanjang tahun malah makin meningkat. Makin lama makin mahal. Sebulan yang lalu saya jual misalnya Rp3 juta, tapi bulan depan saya beli yang seperti itu harganya bisa jadi Rp3.5 juta," tuturnya.

Nanto pun mengaku sudah merasakan sendiri keuntungan dari bisnis ini. Ia mencontohkan, kambing hias andalan miliknya dulu dibeli dengan harga Rp20 juta saja. Kini, kambing tersebut sudah banyak ditawar oleh peminat mulai dari Rp35 juta.

Ia pun menyebut kambing hias ini biasanya sudah bisa dijual selepas masa sapih, yakni saat usia 3 bulan. Adapun kisaran harganya cukup beragam dan notabene lebih mahal dari kambing biasa.

"Kisaran harga tergantung spek, minimal bisa Rp 7 juta sampai ratusan juta untuk yang spek kontes. Kadang baru lahir orang banyak nyari, biasanya orang yang emang tahu cara merawat," ujarnya.

Kambing Hias LampungKambing Hias Lampung Foto: Agung Pambudy/detikcom

Meski terbilang menjanjikan, Nanto pun mengaku perawatan untuk ternak kambing hias cukup ekstra. Selain diberi makan dan minum layaknya kambing biasa, kambing hias juga membutuhkan vitamin serta perawatan tubuh, mulai dari waktu mandi yang lebih sering hingga perawatan kuku dan tanduk.

"Walaupun kambing hiasnya segitu-gitu saja tapi harganya bakal naik sendiri. Itu enaknya. Yang penting kita rawat baik, kita tidak merusak. Perawatan memang intensif kalau misalnya kambing mau bagus," jelasnya.

Berkat ketekunannya, kini ia bisa meraup keuntungan dalam satu bulan mencapai Rp 25 juta. Menurutnya, angka ini pun bisa terus naik seiring dengan jumlah kambing yang dijual. Nanto sendiri mengaku tidak selalu menghitung kambing yang diternak-jualnya karena hampir setiap hari ada kambing yang keluar-masuk untuk diperjualbelikan dari peternakannya.

Nanto pun mengaku bisnisnya terbantu oleh KUR dari BRI yang membuatnya bisa terus mengembangkan usaha kambing hias ini. Tak hanya berhasil memperluas kandang ternak, ia juga bisa membeli mobil dari penjualan kambing dan bantuan KUR yang kini dipergunakannya untuk operasional penjualan.

Ia pun berharap, bisnis kambing hias di Lampung Tengah bisa terus meningkat. Sehingga, nantinya kambing jenis PE dengan spesifikasi kontes yang unik bentuk dan menarik harganya ini bisa semakin dikenal oleh masyarakat. Serta dapat bantu meningkatkan perekonomian warga di Lampung Tengah.

Sebagai informasi, detikcom bersama BRI mengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk memantau upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air.

Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/.



Simak Video "Jual Beli Pasar Kambing, Senduro Lumajang Jawa Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/zlf)