China-Australia Perang, Batu Bara RI yang Menang

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 27 Sep 2021 13:36 WIB
Tambang batu bara
Foto: dok. Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkap Indonesia terus kebanjiran pesanan batu bara dari Tiongkok, China. Itu merupakan dampak dari perang dagang antara Negeri Tirai Bambu tersebut dengan Australia.

"Pertumbuhan sangat tinggi untuk batu bara kita ke Tiongkok. Jadi kalau kita lihat sekarang harga batu bara sudah lebih dari US$ 100, ini angka yang sangat tinggi karena mereka sebenarnya merasa terganggu untuk membeli batu bara dari Australia," kata Lutfi dalam peluncuran Trade Expo Indonesia (TEI), Senin (27/9/2021).

Untuk diketahui, China membatasi impor batu bara dari Australia. Keputusan itu merupakan kelanjutan dari panasnya hubungan kedua negara yang dipicu seruan Perdana Menteri Australia Scott Morrison terkait penyelidikan asal usul virus corona atau COVID-19 pada April 2020.

"Jadi kita sekarang pertumbuhan ini dari rencana 253 juta tahun ini, akan naik jadi 300 juta. Jadi kita mesti memastikan bahwa supply itu bisa kita kerjakan dengan baik," tuturnya.

Selain batu bara, ekspor Indonesia yang tumbuh ke China adalah produk alumina dan aluminium. "Sekarang kita lagi perhatikan tumbuhnya juga sangat sehat dan inilah yang jadi primadona ekspor kita," imbuhnya.

Dengan nilai ekspor yang terus meningkat ke Negeri Tirai Bambu, Lutfi yakin tidak sampai empat tahun lagi Indonesia tak lagi menelan defisit perdagangan dengan China.

"Saya berkeyakinan 3-4 tahun yang akan datang balance of trade kita dengan China akan berimbang, artinya kalau defisit mungkin antara US$ 100 juta atau US$ 200 juta, kalau kita positif juga antara jumlah yang berimbang," imbuhnya.

(aid/das)