Jokowi Siapkan Vaksin Booster-Berbayar Hadapi Gelombang 3 COVID-19

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 27 Sep 2021 19:30 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo membuat skema bila terjadi gelombang ketiga COVID-19. Di antaranya akan adanya vaksin booster hingga berbayar.

Untuk vaksinasi booster, anggarannya akan berbasis Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dosis-dosis vaksin juga disiapkan hingga untuk anak usia 12 tahun.

"Bapak Presiden juga memberikan arahan untuk vaksinasi booster diharapkan diselesaikan dalam minggu depan. Tentu ada yang berbasis PBI ataupun APBN. Ini kebutuhannya adalah 87,4 juta jiwa kebutuhannya 97,1 dosis. Untuk usia 12 tahun ada 4,4 juta kebutuhannya 9,9 juta dosis. Berdasarkan dana iuran APBD PBPU ketiga 27,2 juta atau 30,2. Total vaksin program adalah 137,2 juta," terang Airlangga dalam Konferensi Pers Hasil Ratas PPKM, Senin (27/9/2021).

Airlangga mengungkap vaksinasi booster ini dibuat untuk menahan apabila terjadi adanya gelombang ketiga COVID-19.

"Bapak Presiden memberikan arahan bahwa ini akan dikalkulasikan lebih detail. Tentunya ini diperlukan untuk menahan terhadap apabila ada gelombang ketiga. Ini akan diperhitungkan sesuai masyarakat yang divaksin. Apakah 50-60%, ini akan terus didorong," jelasnya.

Tidak hanya vaksinasi booster, vaksinasi berbayar juga akan masuk skema menahan adanya gelombang ketiga. Untuk harganya belum dijelaskan, hanya disebutkan vaksinasi berbayar untuk 93,7 juta jiwa.

"Sisanya didorong melalui vaksin berbayar. Dari segi harga vaksin dan yang lain akan dimatangkan kembali. Dan ini diperkirakan untuk 93,7 juta jiwa," tutupnya.

(eds/eds)