OJK Dukung Pengembangan UMKM Lewat Gernas BBI

Khoirul Anam - detikFinance
Senin, 27 Sep 2021 21:22 WIB
OJK
Foto: dok. OJK
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar diskusi dengan tema 'UMKM Bangkit Ekonomi Tumbuh' dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Diskusi tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso serta diikuti oleh Pimpinan Bank Himbara, Bank Umum, Bank Pembangunan Daerah, Bursa Efek Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan, serta Perwakilan Asosiasi Fintech.

Wimboh mengatakan, pertemuan tersebut merupakan upaya OJK memperkuat kerja sama dengan Industri Jasa Keuangan (IJK) dalam mengembangkan UMKM.

"Untuk mencapai tujuan dan target program Gernas BBI, sektor jasa keuangan diharapkan dapat berkomitmen untuk terus memfasilitasi pengembangan ekosistem UMKM berbasis digital, memperluas akses pembiayaan UMKM dari hulu ke hilir, melakukan pembinaan dan pendampingan UMKM, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan UMKM," kata Wimboh dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Sebelumnya, ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai program dalam mendorong perkembangan UMKM, seperti replikasi KUR Klaster dengan total penyaluran kredit Rp 140,7 triliun kepada 3,82 juta debitur dan membangun ekosistem digital Bank Wakaf Mikro (BWM) yang saat ini telah berdiri 61 BWM dengan jumlah pembiayaan disalurkan Rp 72,5 miliar bagi 47,9 ribu nasabah.

Di samping itu, OJK menyediakan platform pemasaran UMKM MU dengan jumlah UMKM terdaftar sebanyak 1.125 UMKM dan 1.412 kurasi produk unggulan di platform UMKM, melakukan kerja sama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang saat ini telah dibentuk 289 TPAKD, serta mendukung program DigiKu serta menginisiasi pendirian Kampus UMKM.

"Selain itu, dalam memberikan ruang untuk UMKM dapat bertahan dan bangkit kembali di masa pandemi, OJK telah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi melalui POJK 11 tahun 2020 yang diperpanjang hingga Maret 2023," kata Wimboh.

Ia menyebut, data kredit perbankan UMKM per Juli 2021 mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,93% secara year-on-year (yoy), dan terbanyak disalurkan oleh bank-bank BUMN sebesar 58,63% dari total kredit UMKM Rp 645,2 triliun dengan pertumbuhan positif sebesar 5,12% secara yoy.

Selain itu, Direktur Bisnis Kecil dan Menengah PT Bank Rakyat Indonesia Amam Sukriyanto, mewakili Himbara mengatakan akan meningkatkan pembiayaan kepada UMKM melalui berbagai program.

"Terkait dengan Gernas BBI, Himbara telah aktif berpartisipasi mulai dari Juni 2020. Kami juga sudah menginisiasi launching digiKU. Berdasarkan data per 24 Agustus 2021, kami sudah menyalurkan Rp 2,45 triliun dari sisi pinjaman digital kepada 240.000 lebih debitur UMKM," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan, diperlukan pembinaan terhadap UMKM sehingga bisa meningkatkan kualitas produk dan jangkauan penjualan. Menurutnya, program edukasi kepada UMKM sangatlah penting, sehingga pihaknya memberikan program edukasi kepada UMKM bagi UMKM kelas kecil, menengah, dan besar.

Adapun, lanjutnya, kurikulum yang diusung terdiri dari lima kegiatan, yaitu webinar; workshop; coaching clinic; monitoring; dan apresiasi. Ia berharap, akan ada sinkronisasi antara lembaga pemerintah, sehingga ketika mobilisasi telah dapat dilakukan, perbankan dapat mendukung program UMKM lebih baik.

Sedangkan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan dukungan diberikan dengan menyiapkan UMKM untuk raising fund di pasar modal.

"Kami akan memperhatikan dua aspek yaitu size dan kualitas bisnis modelnya juga harus proven. Kami juga telah membuat IDX Incubator pada tahun 2017 yang merupakan sebuah pendidikan yang kita design untuk UMKM agar dapat mengasah bisnis modelnya, mempersiapkan legal aspect dan finance aspect," katanya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi Wiratno juga menegaskan dukungannya terhadap pengembangan UMKM dengan meningkatkan porsi pembiayaan UMKM menjadi 31% hingga Juli 2021.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo telah membentuk Tim Gernas BBI yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2021. Susunan Tim Gernas BBI diketuai oleh Kemenko Marves, sementara Kemenko Perekonomian, OJK, dan BI bertindak sebagai wakil ketua.

Target yang diharapkan dapat tercapai oleh Gernas BBI melalui dukungan sektor keuangan adalah peningkatan jumlah artisan Indonesia (UMKM) yang onboarding menjadi 30 juta, peningkatan permintaan terhadap produk ekonomi kreatif buatan Artisan Indonesia terutama
menjadi komoditi ekspor, peningkatan daya beli masyarakat, perluasan pasar, akses permodalan, pelatihan, pendataan, dan percepatan siklus ekonomi lokal melalui belanja produk lokal, dan stimulus ekonomi, untuk UMKM/IKM termasuk Pelaku Ekonomi Kreatif Gernas BBI.



Simak Video "Dear Masyarakat, Polisi Minta Cek Legalitas Pinjol Sebelum Transaksi"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)