Pak Erick Thohir, Peternak Teriak Minta BUMN Serap Ayam biar Nggak Bangkrut

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 28 Sep 2021 10:11 WIB
Peternak ayam potong berunjukrasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/3/2016). Mereka memintah pemerintah memperbaiki tata niaga unggas untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak. Para peternak yang tergabung dalam Sekber Penyelamatan Peternak Rakyat dan Perunggasan Nasional meminta kenaikan harga jual ayam hidup di atas Biaya Pokok Produksi (BPP) yakni Rp18.500/ekor. Aksi yang diiikuti sekitar 300 peternak tersebut berlangsung damai dan tertib. (Ari Saputra/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Peternak ayam mandiri kini masih merugi. Hal itu disebabkan karena biaya produksi lebih tinggi daripada harga jual.

"Ya peternak ayam sekarang dalam kondisi merugi yang disebabkan karena biaya produksi tinggi sementara harga jual ayam hidupnya murah. Ini berpotensi peternak bangkrut dan kondisi ini sudah berjalan sejak tiga tahun yang lalu," kata Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) Alvino Antonio dalam wawancara khusus bersama detikcom, ditulis Selasa (28/9/2021).

Dia mengatakan, kerugian yang dialami peternak mencapai Rp 5,4 triliun secara nasional dengan kerugian rata-rata Rp 2.000 per kilogram (kg). Di sisi lain mereka harus bertahan menghadapi 'pemain besar' yang sudah menguasai lebih dari 80% pangsa pasar tradisional.

"Akibat rugi ini kita protes, teriak segala macam. Jadi nggak ada sejarah untung, peternak itu akhirnya sekarang harus menanggung rugi. Jadi nggak ada bicara untung di sini," ujarnya.

Dia mengatakan, ayam peternak masih terserap di pasar tradisional namun sulit jika harus berhadapan dengan perusahaan integrasi yang melakukan budi daya ayam dengan HPP (harga pokok penjualan) rendah.

"Tapi karena integrator itu menjual murah, patokannya HPP mereka sudah pasti kami kan rugi. Kesulitan kedua, peternak nggak bisa berjualan langsung ke pasar tradisional harus melalui pihak ketiga tadi (bakul/broker) dan itu mata rantainya bisa 2 sampai 5," katanya.

Pihaknya pun tidak tinggal diam. Dia pernah mencoba menjual langsung ke pasar tanpa melalui bakul atau broker. Alhasil, dia harus melewati masa-masa yang tidak mengenakkan karena menghadapi sekelompok orang tanpa perlindungan.

"Saya dulu pernah mencoba seperti itu, tapi mafianya itu kuat sekali yang akhirnya saya dibikin tidak betah tapi saya lawan terus, akhirnya mereka kompak tidak ada yang bayar satu pedagang di pasar. Saya mau nggak mau berhenti supply ke sana," tuturnya.

"Di sinilah harusnya peran pemerintah melalui Satgas Pangan dan Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PD Pasar Jaya untuk memutus mata rantai tadi. Supaya peternak itu biar bisa punya akses langsung ke pasar," sambungnya.

Simak video '7 Perusahaan BUMN yang Mau Dibubarkan Erick Thohir, Apa Saja?':

[Gambas:Video 20detik]



Peternak minta BUMN serap ayam. Cek halaman berikutnya.