Naik Rp 3 T, Pemerintah Bidik Penerimaan Pajak 2022 Rp 1.510 T

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 28 Sep 2021 12:52 WIB
Ilustrasi Pajak
Ilustrasi/Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pemerintah dan DPR RI telah menyepakati target penerimaan perpajakan pada 2022 sebesar Rp 1.510 triliun, lebih tinggi dari target perpajakan yang diusulkan dalam RAPBN 2022.

"Target penerimaan perpajakan tahun 2022 sebesar Rp 1.510.001,2 miliar (Rp 1.510 triliun) atau lebih tinggi Rp 3.082,6 miliar (Rp 3,08 triliun) dari target perpajakan yang diusulkan dalam RAPBN 2022," kata Anggota Banggar DPR RI Boby Adhityo Rizaldi dalam rapat kerja dengan pemerintah, Selasa (28/9/2021).

Dijelaskan bahwa kenaikan target penerimaan perpajakan didapatkan dari hasil optimalisasi penerimaan pajak sebesar Rp 2,079 triliun dan hasil optimalisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 1.003,2 miliar.

"Adapun penerimaan perpajakan tersebut terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp 1.265.000,0 miliar (Rp 1.265 triliun) dan penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 245.001,2 miliar (Rp 245 triliun)," jelasnya.

Pada tahun 2022 akan dilakukan ekstensifikasi barang kena cukai baru untuk mengurangi eksternalitas negatif atas konsumsi barang tertentu.

"Pemerintah dan DPR sepakat untuk melakukan ekstensifikasi cukai baru antara lain cukai produk plastik sekali pakai seperti kantong belanja plastik dan olahan plastik (wadah dan kemasan, peralatan makanan dan minuman), serta cukai minuman bergula dalam kemasan (MBDK)," tambahnya.

Rincian target penerimaan perpajakan tahun depan adalah sebagai berikut:

  • PPh Migas Rp 47,3 triliun
  • PPh Non Migas Rp 633,56 triliun
  • PPN dan PPnBM Rp 554,38 triliun
  • PBB Rp 18,35 triliun
  • Pajak Lainnya Rp 11,38 triliun
  • Pendapatan Cukai Rp 203,9 triliun
  • Bea Masuk Rp 35,16 triliun
  • Bea Keluar Rp 5,9 triliun

Lihat juga video 'Said Aqil Ingatkan Pemerintah Soal Utang yang Menggunung':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/eds)