Ngeri! Inggris Krisis BBM, Sektor Kesehatan Terguncang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 28 Sep 2021 13:32 WIB
Krisis BBM tengah melanda Inggris. Kondisi itu membuat antrean kendaraan terjadi di SPBU yang masih memiliki stok BBM.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Inggris sedang mengalami krisis bahan bakar. Kondisi ini menciptakan efek domino ke berbagai sektor mulai dari kesehatan sampai industri lainnya.

Dilansir dari independent.co.uk krisis ini juga membuat restoran, pompa bensin dan supermarket tutup.

Dikutip dari Financial Times disebutkan sebanyak 8.000 pompa bensin di Inggris kehabisan bahan bakar bahkan pemerintah diminta untuk menurunkan pasukan militer untuk proses pengiriman.

Asosiasi Medis di Inggris menyebutkan krisis bahan bakar ini akan mengganggu proses perawatan kesehatan yang banyak menggunakan mobil. Selain itu perusahaan taksi dan logistik juga akan terimbas akibat habisnya bensin dan solar di negara tersebut.

Ketua Dewan Pengawas British Medical Association Dr Chaan Nagpaul mengungkapkan para tenaga kesehatan ini membutuhkan bahan bakar untuk mobilitas ke rumah sakit, praktik hingga proses perawatan. Terutama untuk operasional ambulans.

Karena itu sektor kesehatan disebut harus menjadi prioritas oleh pemerintah.

Sebuah perusahaan penyedia kendaraan untuk layanan kurir dan taksi mengaku kondisi ini sangat sulit. Sebelumnya pandemi COVID-19 membuat mereka tertekan.

"Ini membuat orang frustasi, apalagi untuk yang mencari nafkah sebagai pengemudi," kata Kepala Eksekutif Addison Lee, Liam Griffin, dikutip Selasa (28/9/2021).

Pemerintah Inggris juga didesak untuk mengeluarkan perintah darurat terkait stasiun pengisian bahan bakar hanya untuk sektor prioritas.

Dilansir dari CNN pemerintah Inggris disebut akan mengumumkan rencana untuk menerbitkan visa sementara bagi pengemudi truk. Inggris memang kekurangan supir truk akibat penjatahan bahan bakar di beberapa stasiun pengisian bahan bakar.

Akan ada 5.000 supir truk asing yang masuk ke Inggris. Namun sebenarnya Inggris membutuhkan 100.000 pengemudi jika ingin memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebelumnya, menurunnya jumlah pengemudi truk di Inggris ini disebabkan oleh adanya Brexit dan COVID-19. Kantor Downing Street menyebutkan jika pemerintah sedang berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.



Simak Video "Penampakan SPBU Inggris Tutup Berhari-hari Imbas Krisis BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)