Fakta Menarik di Balik Film Squid Game: Warga Korea Utangnya Segunung

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 29 Sep 2021 10:44 WIB
Squid Game
Fakta Menarik di Balik Film Squid Game: Tingginya Utang Warga Korea
Jakarta -

Film yang lagi hits di Netflix, Squid Game sukses jadi perbincangan. Tetapi tahukah kamu ada fakta menarik di dalamnya yang menceritakan kisah nyata tentang tingginya utang warga Korea Selatan (Korsel)?

Film itu mengisahkan permainan mematikan yang diikuti oleh 456 orang yang putus asa dan rela mempertaruhkan nyawanya demi meraih hadiah 45,6 miliar won atau setara Rp 549 miliar (kurs Rp 12,06). Para pemain adalah orang yang terlilit utang dan tak tahu bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut.

Salah satu karakter utama dalam film Squid Game adalah Seong Gi Hoon (Lee Jung Jae), yang diceritakan telah dipecat dari pekerjaannya dan terlilit utang dengan rentenir, terpaksa ikut dalam permainan hidup dan mati itu untuk menutupi semua utang dan mencukupi kebutuhan keluarganya.

Pada salah satu adegan film tersebut menampilkan Seong Gi Hoon sedang berada dalam sebuah pangkas rambut untuk mencukur dan mewarnai rambutnya. Dalam adegan itu, ada sebuah pemberitaan yang menyatakan utang rumah tangga di Korsel sebesar 96,9% dari produk domestik bruto (PDB).

"Laju peningkatan utang rumah tangga negara kita, melampaui rata-rata global. Tiga kuartal terakhir, Bank of Korea dan Bank Penyelesaian Internasional melaporkan bahwa rasio PDB terhadap utang rumah tangga adalah 96,9%. Kenaikan terbesar di antara 43 negara selain Tiongkok," demikian narasi pembawa berita di film Squid Game, dilihat Rabu (29/9/2021).

Pandemi COVID-19 membuat kondisi warga Korsel semakin sulit. Banyak orang yang mengambil jalan instan untuk mendapat uang dengan cara berutang.

Berdasarkan data Bank Sentral Korea (BOK), jumlah utang rumah tangga Korsel sebesar 1.805,9 triliun won per akhir Juni 2021. Jumlah itu meningkat 41,2 triliun won dibanding kuartal I-2021 dan merupakan yang terbanyak dari jumlah di kuartal kedua tahun-tahun sebelumnya.

Dibandingkan dengan 2020, utang rumah tangga Korsel meningkat sebanyak 168,6 triliun won atau lebih dari 10%. Angka itu melampaui perkiraan dari sebesar 5-6%.

Di sisi lain, GDP Korsel diperkirakan telah menyusut 1,3% dari tiga bulan sebelumnya pada periode Januari-Maret 2020, menandai kontraksi on-quarter terbesar dalam lebih dari satu dekade, menurut BOK.

Akibat kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi, tidak sedikit perusahaan Korsel meningkatkan pinjaman mereka pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Pada akhir Maret 2020, utang yang belum terbayar dari bisnis non finansial di sini mencapai 104,6% dari PDB Korsel, naik 7,4 poin persentase dari tiga bulan sebelumnya, menurut laporan IIF.

Rasio utang terhadap PDB adalah yang tertinggi ketujuh di antara 39 negara yang disurvei oleh IIF, sementara tingkat kenaikannya berada di level tertinggi keempat.

Tonton juga Video: Squid Game Berpotensi Jadi Serial Terlaris di Netflix

[Gambas:Video 20detik]



(aid/fdl)