Bukan China, Ini Negara yang Paling Banyak Investasi di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 29 Sep 2021 14:36 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Meski pandemi belum juga usai, investasi asing masih deras mengalir di Indonesia. Di paruh pertama 2021 saja sudah ada realisasi investasi sebesar Rp 442,7 triliun, Singapura jadi negara yang paling banyak menyuntikkan investasi di Indonesia.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan Singapura, dengan total investasi US$ 4,7 miliar, menjadi negara paling banyak berinvestasi di Indonesia. Disusul Hong Kong dengan realisasi mencapai US$ 2,3 miliar dan China di peringkat berikutnya dengan realisasi US$ 1,7 miliar.

"Paling pertama ini ada Singapura dengan US$ 4,7 miliar, Hong Kong dengan US$ 2,3 miliar, Tiongkok US$ 1,7 miliar," ungkap Bahlil dalam webinar Forum Indonesia Bangkit CIMB Niaga, Rabu (29/9/2021).

Yang menarik untuk disimak adalah suntikan investasi dari Belanda. Menurutnya, Belanda baru-baru ini merangsek ke dalam daftar 5 besar. Hal itu terjadi karena Belanda kini menjadi menjadi hub di Eropa.

Kontribusi Belanda sendiri masuk ke dalam posisi 4 investasi terbesar ke Indonesia dengan realisasi investasi mencapai US$ 1,3 miliar di semester pertama 2021.

"Eropa pun sekarang mulai jadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi alternatif. Setelah kami kaji data kami di kantor program kami di Eropa, Belanda ini sekarang jadi hub ketika Inggris keluar dari Uni Eropa," ungkap Bahlil.

Bahlil juga menyoroti kompetisi yang terjadi antara Jepang dan Korea Selatan. Dua negara di timur Asia itu kini saling kejar-kejaran sebagai negara penyumbang investasi terbesar ke nusantara.

Kini Korea Selatan berada di posisi 5 dengan sumbangan investasi mencapai US$ 1,1 miliar. Membalap Jepang di posisi 6 dengan sumbangan investasi sebesar US$ 1 miliar.

"Menarik lagi itu Korsel. Dia baru saja melampaui Jepang sampai semester pertama. Ada kompetisi antara Korea dan Jepang," ungkap Bahlil.

Menurutnya, Indonesia tidak pernah membeda-bedakan negara yang mau menyuntikkan investasi ke nusantara. Dia bilang pemerintah memposisikan Indonesia secara netral, berada di tengah dan menerima semua negara. Justru menurutnya akan keliru kalau ada anggapan Indonesia hanya mendapatkan investasi dari satu negara saja.

"Keliru kalau ada asumsi kita fokus ke negara tertentu saja. Indonesia tidak diatur oleh negara tertentu. Kita harus selalu jadi pemain tengah, semua negara boleh masuk dengan aturan fair, tidak ada perlakuan khusus," kata Bahlil.

Meneruskan daftar negara dengan investasi terbesar ke Indonesia, di posisi 7 ada Amerika Serikat dengan realisasi US$ 800 juta. Lanjut di posisi 8 ada Malaysia dengan realisasi US$ 700 juta.

Dua negara terakhir di 10 besar, ada Swiss dengan realisasi US$ 500 juta dan Thailand dengan realisasi US$ 300 juta.

Simak juga Video: Gaet KADIN Indonesia, Kemenparekraf Kembangkan Investasi Dunia Wisata

[Gambas:Video 20detik]



(hal/das)