Krakatau Steel Punya Utang Segunung, Erick Thohir Sebut Ada Indikasi Korupsi

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 29 Sep 2021 15:43 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin COVID-19 di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). Sebanyak delapan juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia dan selanjutnya akan dilakukan proses produksi oleh Bio Farma. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Krakatau Steel Punya Utang Segunung, Erick Thohir Sebut Ada Indikasi Korupsi
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menilai ada indikasi korupsi di balik besarnya utang yang dimiliki PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Saat ini Krakatau Steel sendiri memiliki utang sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 31 triliun.

Selain indikasi korupsi, Erick Thohir mengatakan salah satu penyebab utang itu ialah investasi US$ 850 juta untuk proyek blast furnace yang kini mangkrak. Bahkan.

"Ini kan hal-hal yang tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi, dan kita akan kejar siapapun yang merugikan, karena ini kembali bukannya kita ingin menyalahkan, tetapi penegakan hukum kepada bisnis proses yang salah harus kita perbaiki," kata Erick dalam acara Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9/2021).

Meski demikian, Erick mengatakan restrukturisasi Krakatau Steel berjalan dengan baik. Restrukturisasi perusahaan baja pelat merah dilakukan dalam beberapa tahap.

"Step 1 bagaimana tadi kita membuat subholding untuk kawasan industri yang ada di Krakatau Steel supaya integrated untuk airnya, listriknya, lahannya dan lain-lain dikelola secara profesional dan kita akan go public, supaya ada funding baru mencicil utang yang US$ 2 miliar tadi," katanya.

Kemudian, pihaknya meningkatkan kepemilikan saham terkait dengan kerja sama Posco. Ia ingin porsi sahamnya menjadi 50:50.

"Yang kedua kita juga kembali bersama Posco kita negosiasi yang tadinya kita saham minoritas, kita ingin juga menjadi paling tidak menjadi 50:50, karena partnership dengan Posco ini luar biasa. Saya terima kasih sama Posco yang sudah bekerja sama secara baik 6-7 tahun terakhir, dan ini nett income-nya sangat positif dari Posco ini," katanya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim buka suara mengenai hal itu. Penjelasan lengkapnya ada adi halaman berikutnya

Lihat juga Video: Silmy Karim, Dirut KS Berlatar Pendidikan NATO dan US NAVAL

[Gambas:Video 20detik]