Gaet LG Investasi Baterai Listrik di RI, Bahlil: Tanpa Konsultan Asing!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 29 Sep 2021 15:49 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pabrik baterai kendaraan listrik baru saja dibangun di Karawang, Jawa Barat. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menceritakan kisah di balik investasi tersebut, dia menegaskan negosiasi dilakukan tanpa melibatkan konsultan asing.

Dia mengatakan seluruh proses negosiasi dengan LG Energy asal Korea Selatan dilakukan sepenuhnya oleh Kementerian Investasi yang dia pimpin. Tak ada konsultan asing seperti McKenzie yang terlibat, namun investasi itu tetap berhasil dilakukan.

"Ini terbesar investasi pasca reformasi, yang lakukan negosiasi siapa? Tim Kementerian Investasi kok, dan goal. Kami ini kontak langsung dengan LG, kami dari Kementerian Investasi yang pimpin negosiasi tanpa ada McKenzie-McKenzie-an atau konsultan asing," ungkap Bahlil dalam webinar Forum Indonesia Bangkit CIMB Niaga, Rabu (29/9/2021).

Adapun, proyek investasi baterai kendaraan listrik terintegrasi di Karawang ini investasinya senilai US$ 9,8 miliar dengan tujuan utamanya adalah hilirisasi dari produk nikel Indonesia.

Proyek ini digarap oleh konsorsium Korsel, LG Energy Solution ada di dalamnya. Lengkapnya, konsorsium itu terdiri dari Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobil, dan LG Energy Solution. Konsorsium Korsel bekerja sama dengan konsorsium perusahaan Indonesia yang terdiri dari Inalum, Antam, Pertamina, dan PLN.

Bahlil menjelaskan investasi ini akan mencakup seluruh tahap kendaraan listrik dari hulu ke hilirnya. Mulai dari tahap pertambangan bahan baku baterai sampai urusan recycle alias daur ulang limbahnya.

Bahkan di 2022, Hyundai juga akan memulai produksi mobil listrik di bulan Mei. Pembangunan pabrik baterai juga sudah berjalan.

"Ini bukan akan atau wacana, untuk pabrik baterai cell-nya 10 giga pertama sudah jalan, mobil listrik Hyundai 2022 mulai produksi di bulan Mei," papar Bahlil.

Investasi juga akan terus berdatangan di sektor pengembangan kendaraan listrik. CATL asal China akan menyuntik dana sebesar US$ 5,2 miliar juga di sektor yang sama. Eropa dan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara juga ada yang berminat.

"Sekarang ini ada mau masuk lagi dari Eropa dan satu negara di Asia Tenggara, tapi belum bisa kita bicarakan," ungkap Bahlil.

Simak Video: RI Mulai Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara!

[Gambas:Video 20detik]



(hal/das)