3 Peritel Asing Akan Masuk RI
Rabu, 12 Apr 2006 14:31 WIB
Jakarta - Di tengah lesunya pasar ritel, tiga peritel asing justru akan segera masuk ke Indonesia. Para peritel asing itu tetap ingin masuk ke Indonesia karena menilai kondisi investasinya lebih bagus.Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aperindo) Handaka Santosa usai mengikuti dialog nasional tentang kondisi industri TPT di Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (12/4/2006).Namun sayangnya Handaka enggan mengungkapkan nama-nama peritel asing yang akan masuk ke Indonesia. Yang pasti, salah satu peritel akan menempati kawasan Senayan City."Merek saya rasa jangan dulu. Minimal ada tiga peritel asing yang berminat. Realisasinya masih sedang dibicarakan. Mereka melihat kondisi investasi lebih bagus. Dengan adanya penghapusan ekonomi biaya tinggi dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia," jelas Handaka.Hal senada disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag Ardiansyah Parman. "Saya belum dapat izin operasi 3 ritel asing itu. Kemungkinan datanya di BKPM karena PMA," tukasnya.Pertumbuhan RitelDalam kesempatan itu, Handaka juga menyampaikan pada tahun 2006, pertumbuhan ritel Indonesia diperkirakan mencapai 20 persen. Untuk omzet diperkirakan naik 20 persen menjadi Rp 50 triliun, dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 42 triliun. Kenaikan omzet itu, lanjut Handaka, diharapkan datang dari banyaknya pembukaan cabang dari peritel yang sudah ada saat ini.Handaka mengakui, omzet ritel selama kuartal I-2006 sangat buruk karena melemahnya daya beli masyarakat setelah kenaikan harga BBM. Semula peritel berharap omzet bisa meningkat dengan adanya kenaikan gaji PNS dan UMR buruh. Namun ternyata harapan itu dihempaskan oleh kabar akan naiknya tarif dasar listrik (TDL).Namun setelah kenaikan TDL dibatalkan, lanjut Handaka, para peritel berharap omzetnya bisa pulih mulai April.
(qom/)











































