Pemerintah Kaji Insentif Kakao
Rabu, 12 Apr 2006 16:27 WIB
Jakarta - Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para petani kakao dalam rangka meningkatkan kualitas produk."Kuncinya adalah penyuluhan dan insentif bagi petani. Kalau harganya bagus, dengan sendirinya mereka akan berlomba-lomba meningkatkan kualitas," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (12/4/2006).Dijelaskan, saat ini insentif untuk kakao yang berkualitas belum jelas karena antara yang berkualitas bagus dan yang memiliki kualitas kurang bagus belum ada perbedaan. Oleh karena itu, pemerintah akan membenahinya agar dapat membantu merangsang harga."Jadi harus ada suntikan. Kalau kualitasnya bagus, kalau perlu dibeli pemerintah," janji Antonn.Saat ini perbedaan antara kakao berkualitas baik yang difermentasi dan non-fermentasi, perbedaan harganya hanya sekitar Rp 100 per kilogram. Untuk penyakit batang kakao (PBK) yang masih menjadi kendala bagi para petani untuk meningkatkan kualitas kakaonya, hal itu dikarenakan masih banyaknya petani kakao yang belum melaksanakan cara tanam yang benar. "Di dalam melakukan good agriculture practice, masyarakat kita masih banyak yang belum telaten. Jadi kena PBK lagi," tegas Anton.
(qom/)











































