Duh! RI Banjir Order dari Luar Negeri, Eh.. Peti Kemas Malah Langka

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 30 Sep 2021 16:36 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Selama Januari 2020, ekspor nonmigas ke China mengalami penurunan USD 211,9 juta atau turun 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan 21,77 persen (yoy).
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Dunia perdagangan tengah menghadapi masalah pelik. Para eksportir tanah air kesulitan mendapatkan kontainer atau peti kemas, padahal pengusaha lagi kebanjiran pesanan dari luar negeri.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan kelangkaan kontainer yang terjadi saat ini sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia. Namun sayangnya Indonesia lagi kebanjiran orderan, sehingga masalah kelangkaan kontainer membuat Indonesia tak bisa memanfaatkan momentum tersebut.

"Seperti kita ketahui bahwa ekspor terutama masalah kelangkaan petikemas menjadi masalah serius di kala Indonesia sebenarnya kebanjiran order, dengan datangnya order-order karena terjadinya perang dagang antara AS dan China," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/9/2021).

Lutfi sudah mendiskusikan masalah ini dengan para pengusaha di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Setelah dihitung ternyata para industri tanah air saat ini setidaknya kekurangan 1.000 kontainer per minggu untuk melakukan ekspor.

"Yang sudah kita hitung bersama Kadin kita memerlukan kira-kira 1.000 kontainer per minggunya. Ini sudah kita berikan terobosan," kata Lutfi.

Lutfi menjelaskan imbas dari kelangkaan kontainer ini jika tidak diselesaikan adalah RI tidak bisa memanfaatkan jumlah order besar yang masuk. Oleh karena itu Kemendag dan Kadin mencari solusinya.

"Akhirnya kita panggil, setelah kita panggil antara pelaku usaha ternyata bisa dilakukan terobosan-terobosan. Misalnya salah satu industri yang menggunakan fasilitas kontainer ada furniture untuk 1 perusahaan mereka order mereka telat untuk 800 kontainer. Ini sedang kita pertemukan dengan yang bisa datangkan kontainer, sekarang masalahnya hampir selesai," ucapnya.

Lihat juga Video: Gerak Kementan Tingkatkan Ekspor Tanaman Hias

[Gambas:Video 20detik]



(das/hns)