Pamer Holding Ultra Mikro Suntik Modal Rp 97 T, Erick: Terbesar Kedua di Asia

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 11:22 WIB
POster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memamerkan hasil kerja pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan tiga entitas BUMN yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) selaku induk holding, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Erick mengatakan, penggabungan tersebut telah melakukan penanaman modal terbesar di Asia Tenggara senilai Rp 96 triliun. Menurutnya, itu adalah bukti dari penggabungan ini dapat meyakinkan pasar.

"Alhamdulillah kita juga bisa buktikan dengan penggabungan ini market yang namanya kapitalis pun mendukung, terbukti kita bisa meyakinkan pasar. Kita bisa meyakinkan dunia, kita melakukan penambahan modal yang terbesar di Asia Tenggara senilai Rp 96 triliun. Terbesar kedua di Asia, terbesar ke 7 di dunia," kata Erick dalam acara Dies Natalis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa secara virtual, Jumat (1/10/2021).

Hal itu, kata dia, memberikan pengertian bahwa Indonesia memiliki market yang besar salah satunya dari UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Erick bilang, jika dibandingkan negara tetangga, pembiayaan UMKM Indonesia masih sangat rendah.

"Kalau kita benchmarking dengan negara tetangga, Malaysia, Thailand, pembiayaan UMKM mereka sudah mencapai 50%, kita baru 20%. Kalau kita bandingkan Korea negara maju pembiayaan UMKM 80% dari porsi pembiayaan, kita bandingkan sama Jepang 60%. Jadi sudah seyogyanya kita harus memastikan UMKM ini menjadi ujung tombak dan menjadi bagian ekosistem berkesinambungan dengan korporasi besar," jelasnya.

Erick menyatakan tidak anti terhadap asing, namun harus tetap memastikan bahwa market tetap terjaga untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Dia memastikan akan memberikan pendanaan atau permodalan murah bagi UMKM.

"Penggabungan ultra mikro ini adalah pola salju yang besar, yang akan kita dorong terus. Kita ingin memastikan akses pendanaan murah, kita ingin pastikan kemudahan akses permodalan dengan penggabungan BRI, PNM, dan pegadaian," ujarnya.

Selain UMKM, nasabah Mekaar yang bergerak di ekonomi syariah juga terus bertambah dengan adanya Holding ini. Angkanya pun naik mencapai 10,8 juta dalam waktu satu setengah tahun.

"Nasabah tadinya 5,6 juta akuisisi hampir 3 tahun sekarang dengan perbaikan ini kita bisa tingkatkan nasabah mekar 5,2 juta tambahan dalam waktu satu setengah tahun. Sehingga jumlah nasabah mekar sekarang lebih tinggi dari Diamond Bank yang 9,1 juta, Indonesia bisa punya yang lebih besar 10,8 juta," katanya.

(das/das)