Mengurai Benang Kusut Peningkatan Peran Koperasi dan UMKM ke Ekonomi RI

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 11:28 WIB
Bisnis online
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Koperasi bersama-sama dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah menyumbang kontribusi yang sangat signifikan terhadap perekonomian nasional.

Pada tahun 2020, koperasi dan UMKM berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07 % atau setara dengan Rp 8,573 triliun. Dari sisi jumlah, sebanyak 64,2 juta (99,99 %) koperasi dan UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 97 % dengan total investasi sebesar 60,42 %.

Namun demikian, kinerja koperasi dan UMKM ini masih menyisakan catatan serius. Kontribusi ekspor koperasi dan UKM hanya berkisar di angka 14,37 %, bahkan koperasi sendiri hanya menyumbang kontribusi 5,1 % terhadap PDB.

Bandingkan dengan usaha besar yang hanya berjumlah 5,550 (0,01 %) mampu menyumbang 38,9 % terhadap PDB. Daya saing koperasi dan UMKM harus terus ditingkatkan, tentu saja dengan dukungan pemerintah yang solid dan berkelanjutan. Kita tidak bisa membiarkan koperasi dan UMKM berjalan sendiri.

Isu peningkatan peran UMKM ini jadi pokok bahasan dalam audiensi yang dihadiri Wakil Ketua MPR Syarief Hasan, Ketua Umum Dewan UKM Indonesia Irwan Wijaya, Wakil Sekjen Dewan UKM Rapi Gasing, dan Dewan Pertimbangan Dewan UKM Indonesia Andrian Lame Muhar beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Syarief Hasan, soal UMKM ini adalah perkara keberpihakan.

"UMKM akan mampu berdaya saing jika diberikan atensi dan fasilitasi yang sistematis dan berkelanjutan dari pemangku kebijakan," tutur dia dalam kesempatan tersebut.

Ia melanjutkan, pemerintah harus memastikan adanya dukungan berkelanjutan, baik dari sisi pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, maupun strategi penjualan sehingga produk UMKM berdaya saing.

"Dari sisi perizinan, perlu diberikan afirmasi agar UMKM mendapatkan legalitas, serta jaminan kredit berusaha. Dengan bertransformasi ke dalam sektor formal, UMKM juga semakin memberikan daya dukung optimal bagi penerimaan negara, juga jaminan kesejahteraan bagi pekerjanya," terang Syarief.

Bersambung ke halaman selanjutnya.