Bukan Cuma Shopping, Ngemal Bisa Sekalian Periksa Mata

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 20:19 WIB
periksa mata
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan yang sangat penting dan membutuhkan perhatian khusus. Saat ini sekitar 10 persen dari 66 juta anak usia sekolah (5-19 tahun) mengalami gangguan mata akibat kelainan refraksi.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, sekitar 4,6 persen dari total populasi penduduk Indonesia memakai kacamata refraksi atau kacamata minus. Masalah ini akan sangat mengganggu anak anak meraih prestasi dengan optimal di sekolahnya dan tentu saja masa depan mereka, itulah pentingnya dilakukan deteksi dini.

Untuk Para orang tua terkadang memiliki kesulitan jika mengajak putra putrinya melakukan pemeriksaan mata anak di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Sekarang publik bisa melakukan pemeriksaan mata secara lengkap atau detail di mall/pusat perbelanjaan. Konsep ini diperkenalkan oleh Kasoem Vision Care pada cabang barunya di Gandaria City Lantai LG.

Pemeriksaan mata yang tersedia tergolong lengkap, seperti Pemeriksaan lapang pandang, pemeriksaan kontra sensitivitas, pemeriksaan binokuler, pemeriksaan strabitmus, screening buta warna dan screening low vision dan pemeriksaan lensa kontak RGP.

"Sebagai Vision Care pertama di Indonesia, kami ingin mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan mata secara lengkap dan detail sambil berjalan jalan di mall, sehingga lebih praktis apalagi jika saat ini anak-anak masih enggan jika harus ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya," kata Deputy CEO Kasoem Group Dr Madhita Kasoem, dalam keterangan tertulis Jumat (1/10/2021).

"Disini kami akan memberikan fasilitas pemeriksaan secara menyeluruh dan lengkap, nanti bisa di rasakan sendiri seperti apa melakukan pemeriksaan mata secara detail dan lengkap, di jamin beda dengan yang lain. Dan semua pemeriksaan itu gratis kita berikan untuk semua pengunjung. Pemeriksaan ini tidak terbatas usia sehingga bisa dilakukan oleh orang tua, anak anak ataupun dewasa," tambah Madhita.

(upl/upl)