Jagung Kiriman dari Pusat Basah, Peternak Ogah Pakai

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 23:26 WIB
Menurut salah satu peternak ayam petelur di Blitar, Jawa Timur, ada jurus jitu menyiasati harga pakan yang kian naik-turun. Penasaran?
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kementerian Pertanian mengirimkan jagung bersubsidi seharga Rp 4.500 per kilogram kepada Koperasi Peternak Ayam Blitar menyusul perintah Presiden Joko Widodo agar ketersediaan pakan ayam murah. Namun jagung tersebut memiliki kadar air 25-29 persen. Sementara standar kadar air jagung layak untuk pakan ayam hanya 15 persen.

Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, mengatakan meski tidak semua, tapi beberapa jagung ada yang basah dan kering. "Tapi dengan kondisi basah, petenak takut ambil," dalam keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021).

Yudianto mengatakan, meski sebagian basah, tapi hal ini adalah bagian dari membangun kemitraan dan kepercayaan antara gabungan kelompok tani dengan peternak. Ia meminta komitmen pemerintah menyiapkan 30.000 ton jagung harus segera terealisasi.

Saat ini, lanjut Yudianto, peternak masih kesulitan mencari harga pakan dari jagung, meski harganya Rp 5.300-Rp 5.700 per kg.

Menurutnya peternak sudah memberikan peringatan sulitnya memperoleh pasokan jagung sejak awal tahun 2021, namun tidak digubris Kementerian Pertanian.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian BUMN menugaskan Perum Bulog untuk memasok 30.000 ton jagung pakan kepada peternak rakyat dengan harga yang sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) yaitu Rp4.500 per kg. Hal ini menyusul protes seorang peternak dengan poster berisi keluhan tingginya harga jagung di pasaran.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik.