McDonald's Sampai Taco Bell Tutup Layanan Makan di Tempat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 02 Okt 2021 16:15 WIB
Pelayan McDonalds Penipuan Harga STC Senayan
Foto: Twitter @jjprofileid
Jakarta -

Sejumlah restoran cepat saji di beberapa wilayah di Amerika Serikat (AS) memutuskan menutup layanan makan di tempat. Dikutip dari CNBC, disebutkan hal ini karena New York sampai San Francisco meminta restoran memeriksa bukti vaksin untuk para pelanggannya yang ingin makan di dalam ruangan.

Salah satu restoran cepat saji paling tenar di dunia McDonald's tidak menyediakan tempat duduk di dalam ruangan. Mereka berupaya mematuhi peraturan pemerintah.

Pada 16 September, 3 dari lokasi McDonald's di New York tidak menyediakan tempat duduk di dalam ruangan. "Kami terus memantau perkembangan varian Delta dengan seksama. Kami tetap dapat beradaptasi dan mempertahankan standar keselamatan kami," kata perusahaan tersebut, dikutip Sabtu (2/10/2021).

Kemudian Taco Bell juga mengimbau pelanggan untuk memesan makanan secara online. Hal ini karena restoran mematuhi aturan pemerintah demi meningkatkan keamanan pelanggan dan tim mereka.

Restoran burger White Castle memutuskan untuk menutup layanan makan di tempat di lebih 20 lokasi di New York. Restoran fokus untuk melayani pelanggan yang ingin take away, drive thru dan pengiriman ke rumah yang disebut lebih menguntungkan.

Hal ini karena restoran tak perlu lagi menggunakan tenaga kerja untuk membersihkan meja dan tempat duduk sampai pegawai untuk memeriksa bukti vaksinasi pelanggan.

Chief Operations Officer White Castle Jeff Carper mengungkapkan ini membuat perusahaan lebih efisien dan fokus.

Data The NPD Group/CREST menyebutkan jika transaksi konsumen restoran di AS telah pulih yaitu naik 9% menjadi US$ 440 miliar.

(kil/eds)