Milenial Lirik Bisnis Orientasi Ekspor, Apa Langkah Pemerintah?

Siti Fatimah - detikFinance
Minggu, 03 Okt 2021 12:09 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengaku bangga dan menyambut baik terhadap fenomena gairah anak muda untuk bisa menjadi pelaku ekspor. Hal itu dikatakannya saat menerima Ketua Gerakan Muda Pembaharu Indonesia Petrus Sihombing dan beberapa pengurusnya di Kantor Kementerian Perdagangan beberapa hari lalu.

Dia mengatakan, sejak beberapa tahun lalu, semangat anak muda (milenial) untuk menjadi entrepreneur sudah marak terjadi, kemudian kini berkembang keinginannya untuk dapat menembus pasar ekspor. Dia menilai, anak muda mampu melihat peluang baru dan out of the box (kreatif) dalam mengembangkan produk ekspor.

"Bukan hanya sektor-sektor yang mainstream yang dikembangkan seperti kopi atau porang, anak muda juga pintar mengembangkan produk-produk unik misalnya ada yang serius garap sabut kelapa, pelepah pisang dan lain-lain. Sekilas itu barang-barang yang sederhana atau bahkan sering dianggap sampah, tapi di tangan anak muda yang kreatif semua bisa jadi produk yang sangat bernilai ekonomis," kata Jerry dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (3/10/2021).

Lebih lanjut, Jerry mengatakan, milenial saat ini banyak di antaranya berada di sektor-sektor kreatif berbasis teknologi digital seperti aplikasi, game online, simulator hingga film animasi. Dia juga menyoroti industri crypto Indonesia yang dipelopori dan didorong oleh anak-anak muda.

Peran anak muda diyakininya akan makin meluas ke berbagai industri dan berbagai level tingkatan. Karena itu Jerry mengaku sangat optimis dengan masa depan ekspor Indonesia. Bagi Jerry semakin besar minat anak muda yang terjun ke industri dan berorientasi ekspor akan mengembangkan produk dan negara tujuan ekspor.

Menanggapi tingginya minat pelaku usaha milenial untuk ekspor, menurut Jerry perlu ada fasilitas yang serius untuk mendukung minat anak muda tersebut. Karena itu dia berharap sinergi lintas kementerian dan stake holder bisa berjalan makin baik ke depan.

Jerry sendiri meyakini kementerian dan Lembaga yang bertugas di sektor produksi terus membuat program fasilitasi-fasilitasi tersebut. Sementara itu, di Kementerian Perdagangan program fasilitasi pengembangan ekspor lebih fokus pada hilir yaitu desain, pemasaran, business matching, penyelesaian perjanjian perdagangan, penyelesaian sengketa dagang dan lain-lain.

"Saya senang sekali karena komunikasi kita dengan kementerian lain makin berjalan baik. Karena itu sinergi dalam sistem produksi, pembiayaan, pemasaran hingga logistik dan transportasi juga makin baik. Ke depan kita berharap bisa menyelesaikan makin banyak persoalan agar ekspor kita makin berjaya," pungkasnya.

Pihaknya mencatat sepanjang tahun 2020 hingga kuartal III-2021, Indonesia terus mencatatkan kinerja perdagangan internasional yang sangat baik. Setelah mencatat surplus hingga US$ 20 miliar pada 2021, dan pada Agustus perdagangan luar negeri Indonesia sudah surplus US$ 19 miliar lebih.



Simak Video "Jokowi Minta Stop Ekspor Barang Mentah: Jangan Hanya Jadi Tukang!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)