RS dan Ratusan Nakes Dikerahkan Amankan PON

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 03 Okt 2021 19:18 WIB
Presiden Joko Widodo resmikan venue PON XX Papua
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Sejumlah fasilitas dan prasarana telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) Papua dan Pekan Paralimpik Nasional. Seluruh fasilitas itu telah disiapkan di tempat-tempat yang akan digelar pertandingan.

Seperti dikutip dari keterangan Kementerian Kesehatan, Minggu (3/10/2021), PON XX Papua dilakukan di empat wilayah berbeda yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Di empat wilayah ini disiapkan rumah sakit-rumah sakit rujukan.

Di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura ada sembilan rumah sakit, di Kabupaten Merauke ada tiga rumah sakit, dan di Kabupaten Mimika ada tiga rumah sakit. Ini ditambah dukungan 51 ambulans yang disiagakan di sejumlah tempat pertandingan.

Lalu ditambah poli-poli kesehatan di setiap tempat pertandingan. Ini di luar rumah sakit rujukan dan nasional yang disiagakan.

Selain itu, tenaga kesehatan dan pendukung layanan kesehatan juga telah disiapkan. Total ada 54 tim kesehatan, 420 dokter dan perawat, pengemudi 110 orang dan didukung 1.000 relawan.

"Dari 420 dokter dan perawat akan ditempatkan di sejumlah daerah yaitu di Kota Jayapura sebanyak 115 orang, Kabupaten Jayapura sebanyak 115 orang, Kabupaten Merauke sebanyak 100 orang serta Kabupaten Mimika sebanyak 90 orang," bunyi keterangan tersebut.

Kementerian Kesehatan juga mendukung pengawasan terhadap tempat menginap atlet dan tempat pertandingan. Dilakukan protokol kesehatan di semua tempat yang menghadirkan para olahragawan dan masyarakat yang akan mendukung mereka bertanding.

Selain persiapan pelayanan kesehatan, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Imran Agus Nurali mengatakan dukungan Kementerian Kesehatan terhadap PON XX ini disiapkan lengkap. Tidak saja fasilitas layanan, namun sejak jauh hari, Kementerian Kesehatan sudah melakukan edukasi soal protokol kesehatan.

"Edukasi dilakukan sejak lama untuk menghindari risiko penularan COVID-19, juga penyakit lain yang endemis di Papua. Ini dilakukan baik kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan PON seperti atlet, wasit, official dan lainnya, juga kepada masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan. Seluruhnya harus bebas dari COVID-19," bunyi keterangan itu lebih lanjut.

Protokol kesehatan yang dilakukan salah satunya berupa pemeriksaan sertifikat vaksinasi COVID-19 dan atau hasil swab PCR bagi mereka yang datang dari luar Papua. Dan nantinya saat mereka akan meninggalkan Papua juga wajib dilakukan pemeriksaan swab. Dengan demikian diharapkan menekan sekecil mungkin kemungkinan penyebaran COVID-19.

(acd/dna)