Nah Lho! Selain Utang Rp 400 Ribu T, AS Juga Dikejar Deadline Masalah Ini

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 06 Okt 2021 11:15 WIB
Bendera Amerika Serikat AS
Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Menjelang akhir tahun, Kongres Amerika Serikat (AS) menghadapi batas waktu penyelesaian masalah ekonomi utama yakni batas utang, RUU infrastruktur dan pendanaan pemerintah.

Dikutip dari CNBC, Rabu (6/10/2021), target pertama datang dari penyelesaian masalah utang AS yang berakhir pada 18 Agustus 2021. Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan, AS tidak akan mampu membayar utang sebesar US$ 28,781 triliun atau sekitar Rp 409.606 triliun (kurs dolar Rp 14.231).

Penyelesaian utang AS cukup alot dibahas apalagi jika Kongres gagal mengatasi plafon utang. Akibatnya bisa mengacaukan pasar keuangan, menaikkan biaya pinjaman dan meningkatkan ancaman gagal bayar AS untuk pertama kalinya.

Yellen mengatakan kepada pemimpin kongres bahwa tenggat waktu pembayaran pada 18 Oktober. Dia menyebut Departemen Keuangan kehabisan cara untuk membayar tagihan, baik sebelum atau setelah batas waktu.

Departemen Keuangan mencatat, Kongres telah menaikkan atau menangguhkan plafon utang sebanyak 78 kali sejak 1960. Biasanya dalam mengatasi batas pinjaman ini selalu lancar, utamanya didukung dengan pengaruh politik.

Selain persoalan utang, dua agenda ekonomi Biden juga mendekati batas waktu yaitu RUU Infrastruktur dan pendanaan pemerintah. Demokrat sendiri menargetkan akan meloloskan kedua agenda itu pada 31 Oktober 2021.

Akan tetapi, DPR mengatakan mereka tidak akan menyetujui Undang-undang Infrastruktur sampai RUU Belanja Sosial lolos dari Senat. Artinya, keberhasilan negosiasi akan menentukan apakah Kongres dapat meloloskan RUU Infrastruktur ini.

Sementara itu, rencana infrastruktur ini mengeluarkan dana lebih dari US$ 500 miliar atau sekitar Rp 7.115 triliun untuk jalan, jembatan, bandara, angkutan umum, broadband, pipa air, jaringan listrik dan lain-lain. Ini akan mengimbangi pengeluaran dengan meningkatkan pajak pada perusahaan dan orang kaya, disamping pendapatan pemerintah dari sumber lain.

Menyelesaikan berbagai masalah dan rencana tepat waktu bukanlah sebuah kepastian. Demokrat sendiri berencana untuk menaikkan atau menangguhkan plafon utang dan meloloskan kedua bagian dari rencana ekonomi Biden pada beberapa minggu ke depan.



Simak Video "DPR Amerika Serikat Tangguhkan Batas Utang Federal"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)