Masih Ada Pandemi, Apa Jurus Pariwisata Dorong Ekonomi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 07 Okt 2021 18:37 WIB
Sektor pariwisata Indonesia babak belur dihantam virus Corona. Setahun COVID-19 di RI, sejumlah upaya pun dilakukan untuk bangkitkan pariwisata di Tanah Air.
Masih Ada Pandemi, Apa Jurus Pariwisata Dorong Ekonomi?
Jakarta -

Sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak perekonomian nasional. Saat ini pariwisata menjadi sektor yang terhantam pandemi dan harus bangkit untuk kembali mendorong ekonomi.

Karena itu dibutuhkan beberapa strategi untuk para pelaku usaha di sektor pariwisata untuk bisa tetap bertahan di masa pandemi ini. Deputi Bidang Sumber daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif Wisnu Bawa Tarunajaya mengungkapkan saat ini ada sekitar 34 juta orang yang menggantungkan hidup di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sekitar 14 juta pariwisata dan 20 juta ekonomi kreatif. Pemerintah berupaya untuk melakukan perubahan dari quantity tourism menjadi quality tourism. "Ini adalah kolaborasi atau kerja sama agar wisatawan bisa lebih lama tinggal dan spending money lebih banyak di destinasi wisata," kata dia, Kamis (7/10/2021).

Wisnu menjelaskan ada juga pengembangan pariwisata yang lebih customize, personalize dan berbasis pariwisata alam. Hal ini karena krisis kesehatan membuat masyarakat harus mampu berinovasi dan kreatif untuk bisa bertahan. Selanjutnya ada adaptasi adalah hal wajib untuk pelaku usaha.

"Selanjutnya inovasi untuk pengembangan pariwisata sampai kolaborasi agar tujuan pariwisata ini bisa tercapai," jelas dia.

Dia menjelaskan program ini juga sejalan dengan tiga strategi kami, yakni Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Garap Semua Potensi Lapangan Kerja) yang diharapkan mampu membangkitkan kembali sektor parekraf di tanah air.

Dalam acara Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) yang ke 7 pada tahun 2021 dilaksanakan tanggal 7 Oktober 2021, dengan tema "Peran perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mewujudkan pemulihan dan resiliensi masyarakat di masa pandemi"

Tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Nasional VII PKM-CSR adalah Universitas Dyana Pura (Undira) dengan didukung konsorsium yang terdiri dari: Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Pradita, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Wijaya Putra (UWP) sebagai Host.

Jumlah peserta yang mempresentasikan hasil pengabdian kepada masyarakat (PKM) dan CSR, sebanyak 230 orang dosen pengabdi dari 61 perguruan tinggi se Indonesia baik negeri dan swasta. Dan PT Astra Internasional Tbk mewakili dunia industry akan hadir mempresentasikan keberhasilan pelaksanaan CSR melalui program Kampung Berseri Astra (KBA). Banyak program PKM-CSR telah banyak memberikan kontribusi dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat, meningkatkan kesadaran literasi masyarakat, dan keberlangsungan proses bisnis kelompok sasaran yang hampir semuanya UMKM.

(kil/fdl)