Kontainer Barang Langka di Seluruh Dunia, Apa Biang Keroknya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 08 Okt 2021 13:10 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sejak awal tahun ini sektor perdagangan mengalami masalah besar berupa kelangkaan kontainer. Hal ini pun telah dirasakan secara global.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkap biang kerok kelangkaan kontainer. Ada beberapa penyebab hal itu terjadi, menurut Destry yang pertama karena kurangnya armada pengiriman karena selama setahun pandemi banyak kapal tidak berlayar.

"Sekarang, masalah global adalah masa kelangkaan kontainer. Tapi ternyata dilihat lebih dalam kenapa jadi langka? Karena shipping kapal berlayar itu berkurang, karena pandemi satu tahunan mereka tak berlayar," ungkap Destry dalam webinar yang dilakukan Kementerian Perhubungan, Jumat (8/10/2021).

Perekonomian dunia dihantam pandemi COVID-19 sejak 2020. Aktivitas perdagangan ekspor impor pun sempat terhambat. Hal itu lah yang membuat banyak kapal dan kontainer tidak terpakai.

Nah saat kapal dan kontainer itu akan kembali digunakan, banyak yang mengalami kerusakan ataupun perbaikan. Jadi jumlahnya memang makin sedikit.

"Kondisi kapal berubah, kontainer juga satu tahun tak terpakai ada rusak dan berkarat dan sebagainya," ungkap Destry.

Lihat juga video 'Selama PPKM Darurat, Perjalanan Angkutan Logistik di Pelabuhan Meningkat':

[Gambas:Video 20detik]



Berlanjut ke halaman berikutnya.