Berburu Utang Rp 110 T, Satgas BLBI Tiap Hari Blokir Aset Jaminan Obligor

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 08 Okt 2021 16:27 WIB
Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI kembali menyita aset terkait utang piutang negara. Aset yang kini dikuasai negara itu baru saja dipasang plang.
Aset BLBI/Foto: Dok. Satgas BLBI
Jakarta -

Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) terus melakukan pemblokiran terhadap aset yang pernah dijaminkan para obligor/debitur pada tahun 1998. Itu sebagai upaya untuk memastikan tidak ada aset yang pindah tangan begitu saja.

"Melakukan blokir aset-aset secara masif karena memang sejak aset itu diberikan, kita juga mengetahui ada banyak permasalahan dan untuk memastikan bahwa aset-aset properti tersebut atau aset jaminan tersebut tidak beralih tangan begitu saja, maka tim sudah melakukan permintaan blokir," kata Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban dalam bincang bareng DJKN, Jumat (8/10/2021).

Sayangnya Rio tidak ingat betul berapa jumlah aset yang telah diblokir. Nantinya laporan itu disampaikan Menkopolhukam Mahfud MD kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jumlahnya sangat masif saya nggak ingat rinci, tapi tiap hari saya selalu mendapatkan permintaan untuk melakukan blokir," tutur Rio yang juga sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara.

Selain melakukan pemblokiran aset, penyitaan dalam bentuk uang tunai juga dilakukan. Salah satunya milik Kaharudin Ongko kurang lebih sebesar Rp 100 miliar.

"Kalau dari segi uang itu yang kemarin sudah diumumkan Pak Mahfud, kita melakukan penyitaan uang sekitar Rp 100 miliar dari kewajiban Ongko," tuturnya.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, pada 6 Oktober 2021 Jokowi mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) baru yang di dalamnya memuat keterlibatan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil sebagai pengarah, serta Kabareskrim Komjen Agus Andiranto, dan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sebagai pelaksana dalam Satgas BLBI.

"Ini menunjukkan betapa pentingnya pertanahan terkait bagaimana kita bisa memonetisasi hasil dari satgas BLBI. Kalian bisa tahu arahnya ke mana, jadi saya bilang mesinnya sudah makin panas dan pemerintah akan melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan cepat karena target kita kan tim ini selesai Desember 2023," tuturnya.

Semua ini dilakukan demi mendapatkan kembali aset negara sebesar Rp 110,45 triliun dari 48 obligor/debitur.



Simak Video "Kasus BLBI, Mahfud Md: 5,2 Juta Hektar Lahan Telah Dikuasasi Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/ara)