Singapura Bebaskan Karantina buat Turis yang Sudah Divaksinasi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 09:53 WIB
Sunrise di Merlion, Singapura
Foto: Gilang Negara/d'Traveler
Jakarta -

Belum lama ini Singapura mengumumkan kalau negaranya akan membuka jalur perjalanan wisata baru untuk pengunjung yang telah divaksinasi dari 8 negara. Hal ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong pada Sabtu (9/10) kemarin.

Melansir CNBC, Senin (11/10/2021), berdasarkan keterangan dari kementerian transportasi, negeri Singa itu akan membuka jalur wisata untuk mereka yang sudah divaksin alias vaccinated travel lanes (VTL) dengan Kanada, Denmark, Prancis, Italia, Belanda, Spanyol, Inggris, dan AS.

"Semua 8 negara sudah terbuka untuk pelancong dari Singapura. Jadi VTL akan memulihkan perjalanan (wisata) dua arah bebas karantina antara Singapura dan mereka," kata Menteri Perhubungan S Iswaran.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menjelaskan kalau pembukaan wisata bebas karantina untuk mereka yang sudah divaksin ini merupakan salah satu langkah awal menjalankan "new normal" di Singapura.

"Kita harus menghormati Covid-19, tetapi kita tidak boleh lumpuh oleh rasa takut," kata Lee Hsien Loong.

"Kami membutuhkan setidaknya tiga bulan, dan mungkin selama enam bulan untuk mencapai normal baru ini," tambah Lee.

Dengan adanya inisiatif ini, wisatawan dapat melakukan perjalanan bebas karantina bagi mereka yang divaksinasi, namun mereka tetap masih harus mengikuti tes Covid-19 untuk memastikan mereka tidak terinfeksi virus sebelum memasuki negara itu.

Sebagai informasi, sebelumnya Singapura telah mempertahankan strategi lockdown dan membatasi interaksi terhadap negara-negara sekitar. Namun mulai membuka diri setelah tingkat vaksinasi populasi mencapai lebih dari 80%, dan saat ini berdasarkan data per 7 Oktober, 83% populasi di negeri Singa itu telah menyelesaikan dua dosis vaksin Covid.

Karenanya tidak heran bila saat ini Singapura telah memberanikan diri untuk kembali membuka jalur wisata bagi mereka yang sudah divaksin, sebab tingkat vaksinasi di negara itu sudah sangat tinggi.

(eds/eds)