Ini Biang Kerok Harga Telur Anjlok yang Bikin Peternak Gelar Aksi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 14:59 WIB
Para pekerja melakukan perawatan rutin di peternakan ayam petelur di Blitar, Jawa Timur, (2/2/2021). Peternakan ayam petelur masih menjadi primadona untuk menopang ekonomi masyarakat Blitar di sektor pertanian. Sejarah peternakan telur di Blitar dimulai pada era 80an dan terus tumbuh hingga saat ini. (ARI SAPUTRA/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra

Oleh karena itu, untuk menstabilkan harga ayam hidup dan telur hingga akhir tahun 2021, Ali menyarankan pemerintah menyerap ayam dan telur dari peternak untuk digunakan sebagai bansos masa PPKM. Bansos selain distribusi kepada masyarakat terdampak COVID-19.

Selain protes harga telur yang turun, peternak juga protes harga jagung yang meroket terus. Bagi para peternak tingginya harga jagung di pasaran membuat mereka keteteran.

Pasalnya, sebagian besar peternak ayam petelur merupakan peternak mandiri dan membutuhkan jagung sebagai bahan campuran pakan. Jumlahnya bahkan lebih besar dibandingkan peternak ayam pedaging, sehingga dengan kenaikan harga jagung membuat biaya produksi mereka meroket.

Alvino Antonio, Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) mengatakan saat ini harga sarana pokok produksi peternak mandiri sangat tinggi tetapi harga jual telurnya kelewat murah.

"Ini sangat merugikan para peternak rakyat mandiri," kata Alvino dalam keterangannya.



Simak Video "Harga Anjlok, Peternak di Tasikmalaya Bagi-bagi Telur 2,5 Ton"
[Gambas:Video 20detik]

(hal/ara)