Peternak Minta Harga Telur Naik ke Rp 21.000/Kg, Ancam Aksi Kalau Tak Jadi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 16:09 WIB
Massa yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta  Senin (11/10/2021). Aksi ini menuntut Pemerintah agar keadilan bagi para peternak ayam mandiri, yang selalu dihantui oleh ancaman monopoli perusahaan besar (korporasi) dan fluktuasi harga rugi.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Imbas dari harga telur yang terus turun, para peternak hari ini melakukan aksi di Jakarta. Beberapa perwakilan peternak juga melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan.

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) Alvino Antonio yang ikut dalam audiensi itu mengatakan pihaknya meminta Kemendag menaikkan harga telur sesuai dengan harga acuan dalam Permendag 7 Tahun 2020. Peternak yang juga menggandeng beberapa gerakan mahasiswa membuat kontrak politik agar harga telur bisa kembali sesuai dengan Permendag.

"Kami meminta agar telur, hingga harga jagung termasuk ketersediaan jagung sesuai dengan aturan di Permendag 7 Tahun 2020. Tadi kami sama mahasiswa juga, mereka kasih kontrak politik agar 7x24 jam itu harus direalisasi harga acuan tadi," kata Alvino kepada detikcom, Senin (11/10/2021).

Alvino mengatakan peternak dan aliansi mahasiswa bakal melakukan aksi lanjutan bila harga telur belum juga sesuai acuan dalam aturan yang berlaku. "Kita bakal aksi lagi kalau tidak terlaksana, nggak minggu depan juga sih, cuma pasti akan ada aksi lagi kita siapkan," ujarnya.

Menurut pantauan Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) harga telur saat ini mencapai Rp 14.000-17.000 per kilogram (kg). Harga tersebut jauh sekali dari harga acuan telur di Permendag No. 07/2020 sebesar Rp 19.000-21.000 per kg.

Alvino juga mengungkapkan dalam waktu dekat, dua perusahaan unggas besar di Indonesia bakal dipanggil Kemendag. Dia mengatakan Kemendag akan meminta dua perusahaan ini menaikkan harga pembelian telur dan daging ayam sesuai dengan acuan yang berlaku.

"Kemendag juga dalam waktu dekat akan panggil Charoen Pokphand dan Japfa untuk menaikkan harga telur dan ayam hidup," papar Alvino.

Selain itu, Alvino juga mengatakan pemerintah sedang menyusun mekanisme untuk menyerap telur dan daging ayam dari para peternak mandiri, salah satunya untuk bantuan sosial (bansos).

Seperti diketahui peternak unggas mandiri dari berbagai daerah hari ini melakukan aksi damai di Jakarta. Aksi ini digelar untuk meminta pemerintah memperbaiki tata niaga ayam ras pedaging dan telur.

Aksi dilakukan di berbagai tempat di Jakarta, mulai dari Istana Negara, Gedung DPR RI, serta beberapa kantor kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, hingga Kementerian Perdagangan. Para petani juga melakukan aksi di depan kantor Charoen Pokphand Indonesia dan Kantor Japfa Comfeed Indonesia.



Simak Video "Harga Anjlok, Peternak di Tasikmalaya Bagi-bagi Telur 2,5 Ton"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/ara)