Pakan Jagung di Mata Peternak: Barang Masih Langka, Harga Mahal

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 17:13 WIB
Massa yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta  Senin (11/10/2021). Aksi ini menuntut Pemerintah agar keadilan bagi para peternak ayam mandiri, yang selalu dihantui oleh ancaman monopoli perusahaan besar (korporasi) dan fluktuasi harga rugi.
Foto: Agung Pambudhy

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengakui kebutuhan komoditas jagung di Indonesia masih jauh dari kata cukup. Dia bilang, produksi jagung memang perlu ditambahkan guna memenuhi kebutuhan, baik untuk pangan ataupun pakan ternak.

Hal ini disampaikan Jokowi saat meninjau lokasi penanaman jagung di Sorong, Papua Barat, Senin (4/10/2021). Ada 11 ribu hektare (ha) tanaman jagung yang akan dikelola di Sorong.

"Utamanya memang yang ditanam hari ini adalah jagung, karena kebutuhan jagung kita baik untuk pangan dan makanan ternak masih memerlukan tambahan," ungkap Jokowi saat melakukan peninjauan yang disiarkan virtual.

Jokowi pun sudah memberi instruksi khusus soal jagung kepada jajaran menterinya. Rabu (6/10) lalu, Jokowi mengumpulkan para pejabat terkait untuk membicarakan ketersediaan jagung, salah satu yang diundang adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul menjelaskan, untuk menangani persoalan jagung pakan tersebut ada tiga tahap yang akan dilakukan. Tahap pertama budi daya pengembangan jagung dengan tujuan mencapai target produksi nasional. Kedua, mengelola pasca-panen jagung hingga pengolahannya. Tahap ketiga fokus terhadap pasarnya.

"Mengolah itu artinya sudah dalam proses-proses yang sesuai kebutuhan, ada untuk pakan dan lain-lain," kata Syahrul.

Syahrul mengatakan, Jokowi sudah menegaskan agar semua menteri, terlebih Menteri Pertanian fokus di budi daya dan bisa meningkatkan semua produktivitas jagung.



Simak Video "Harga Pakan Melejit, Peternak Ayam Petelur di Parepare Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]

(hal/ara)