Siap-siap! Harga Smartphone Bakal Ramai-ramai Antre Naik

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 13 Okt 2021 07:35 WIB
Ilustrasi smartphone
Ilustrasi/Foto: Freepix
Jakarta -

Krisis kelangkaan chipset global yang melanda industri teknologi diperkirakan menaikkan harga sejumlah alat elektronik seperti laptop dan smartphone. Xiaomi Indonesia juga baru-baru ini mengumumkan secara resmi telah menaikkan harga keempat produk smartphone populernya.

"Di tengah perjuangan menangani COVID-19, saat ini industri juga menghadapi kelangkaan komponen secara global yang mengakibatkan kenaikan harga. Akibat hal tersebut, beberapa produk kami juga terkena dampaknya sehingga dengan berat hati kami harus melakukan penyesuaian harga Rp 100.000 kepada empat produk smartphone kami," tulis Xiaomi dalam unggahannya tersebut, dikutip Selasa (12/10/2021).

Keempat produk Xiaomi yang naik harga yakni Redmi 9A menjadi Rp 1.299.000, kemudian Redmi 9C menjadi Rp 1.499.000, Redmi Note 10 5G menjadi Rp 2.799.000 dan terakhir POCO M3 Pro 5G menjadi Rp 2.699.000.

Direktur riset di firma riset pasar Forrester Research Glenn O'Donnell, memperkirakan kenaikan harga smartphone tersebut akan terjadi hingga tahun 2022.

"Dalam gangguan jangka pendek, yang sebelumnya mungkin terjadi, tetapi masalah ini ada di sini selama dua tahun ke depan. Dengan demikian, harga untuk smartphone dan hampir semua hal lainnya sudah naik. Kami memperkirakan kenaikan ini akan melebihi 10% pada akhir tahun dan meningkat lebih tinggi lagi hingga 2022," kata O'Donnell dikutip dari The Straits Times.

Saat ditinjau di salah satu pusat perbelanjaan alat-alat elektronik tepatnya Mal Ambassador memang beberapa produk Xiaomi sudah resmi naik harga. Sedangkan beberapa merk lainnya masih dijual dengan harga wajar.

Krisis chip yang terjadi secara global ini pun diprediksi akan menaikkan harga smartphone bekas (second). Salah satu penjual smartphone second di ITC Kuningan, Arif mengatakan, kondisi itu akan berpengaruh karena harga barang baru menjadi patokan harga smartphone bekas.

Jika suatu waktu, smartphone baru kekurangan stok dan permintaan tinggi maka tidak menutup kemungkinan harga smartphone bekas akan naik.

"Pasti ngaruh. Ada kemungkinan harga naik biarpun jarang misalnya naik Rp 100 ribuan. Patokan harga second misalnya harga barunya berapa, terus secondnya itu di pasaran banyak atau nggak. Kaya di pasar kosong, barang dari end user itu kan bagus, bisa jadi harga nya tinggi dan kita pede juga karena barangnya bagus," papar Arif.

Tonton juga liputan Viral tempat menonton sunset asyik di pantai utara Jakarta berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)