Suplier Bedak Johnson & Johnson Ajukan Bangkrut!

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 15 Okt 2021 10:05 WIB
Jhonson and jhonson
Suplier Bedak Johnson & Johnson Ajukan Bangkrut!
Jakarta -

Suplier bedak, Johnson & Johnson (JNJ.N) mengajukan kebangkrutan. Hal ini buntut dari puluhan ribu tuntutan kepada perusahaan atas produk bedanya yang dikecam menyebabkan kanker.

Dikutip dari Reuters, Jumat (15/10/2021) Dalam pengajuan kebangkrutan itu, J&J rencananya akan melakukan perombakan perusahaan. Pilihannya ada dua, pertama dengan merger dan kedua dengan mengalihkan bisnis ke , LTL Management LLC. Jadi, kasus bedak ini juga akan ditanggung oleh LTL.

"Kami mengambil tindakan ini untuk memberikan kepastian kepada semua pihak yang terlibat dalam kasus bedak kosmetik," kata Penasihat Umum J&J Michael Ullmann dalam sebuah pernyataan.

"Sementara kami terus berdiri teguh di belakang keamanan produk bedak kosmetik kami, kami percaya menyelesaikan masalah ini secepat dan seefisien mungkin adalah demi kepentingan terbaik (perusahaan) dan semua pemangku kepentingan," tambah Ullmann.

J&J mengatakan akan mendanai biaya hukum LTL untuk kasus bedak, dengan uang muka sebesar US$ 2 miliar. LTL juga telah menerima aliran pendapatan royalti dengan nilai lebih dari US$ 350 juta untuk berkontribusi pada biaya hukum.

Dalam menangani kasus produk bedak, J&J disebut sudah mengeluarkan banyak biaya. Penyelesaian dan vonis telah menelan biaya J&J sekitar US$ 3,5 miliar lebih.

Tetapi pengajuan kebangkrutan itu dinilai hanya gimmick oleh penggugat perusahaan.

"Gimmick kebangkrutan J&J sama tercelanya dengan kurang ajar dan penyalahgunaan sistem hukum yang tidak masuk akal," kata Linda Lipsen, kepala eksekutif American Association for Justice, kelompok pengacara pengadilan.

Puluhan ribu penggugat menuduh J&J's Baby Powder dan produk bedak lainnya mengecam dan menuntut J&J karena produknya disebut mengandung asbes dan menyebabkan kanker.

(fdl/fdl)