10 Bank Ini Ramal Kondisi Ekonomi China, Hasilnya Bikin Kaget

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 15 Okt 2021 10:55 WIB
Pertumbuhan ekonomi China melambat pada kuartal II 2021. Biro Statistik Nasional mencatat pertumbuhan produk domestik bruto China pada periode April hingga Juni sebesar 7,9 persen.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Sejumlah bank besar di dunia nampaknya pesimis dengan pertumbuhan ekonomi China. Prediksi pertumbuhan ekonomi China kompak dipangkas.

Hal itu disebabkan karena krisis energi listrik yang membuat pemadaman listrik cukup lama. Gara-gara itu, pasar properti mengalami kemerosotan dan menyeret turunnya pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Mengutip dari CNBC, Jumat (15/10/2021) CNBC melacak perkiraan PDB setahun penuh China dari 13 bank besar, 10 di antaranya telah memangkas perkiraan mereka sejak Agustus. Rata-rata prediksinya jadi 8,2% tahun ini. Angka itu turun 0,3 poin persentase dari perkiraan rata-rata sebelumnya.

Bank yang memprediksi paling rendah adalah bank investasi Jepang Nomura. Mereka memperkirakan setahun penuh pertumbuhan ekonomi China sebesar 7,7%. Berikut daftar perkiraan dari 10 bank untuk pertumbuhan ekonomi China:

Agustus:

ANZ: Dipotong menjadi 8,3%, dari 8,8%
Morgan Stanley: Dipotong menjadi 7,9%, dari 8,2%

September:

Bank of America: Dipotong menjadi 8%, dari 8,3%
Citi: Dipotong menjadi 8,2%, dari 8,7%
Deutsche Bank: Dipotong menjadi 8,4%, dari 8,9%
Goldman Sachs: Dipotong menjadi 7,8%, dari 8,2%
HSBC: Dipotong menjadi 8,3%, dari 8,5%
Nomura: Dipotong menjadi 7,7%, dari 8,2%

Oktober

Standard Chartered: Dipotong menjadi 8,2%, dari 8,8%
JPMorgan: Dipotong menjadi 8,3% dari 8,7%

Bank yang tidak mengubah perkiraan kepada China:
Kredit Suisse: 8,2%.
DBS: 8,8%.
UBS: 8,2%.

Faktor negatif untuk pertumbuhan ekonomi China memang telah meningkat tahun ini, mulai dari belanja konsumen yang lebih lambat hingga banjir yang mengganggu. Peraturan pemerintah China yang makin ketat terharap real estat dan perusahaan teknologi juga menjadi salah satu penyebab ekonomi China terganggu.

Meski demikian, pertumbuhan ekspor yang kuat tetap menjadi titik terang. Ekspansi ekonomi China masih berada di laju yang melampaui prediksi pertumbuhan global IMF sebesar 5,9%.

(fdl/fdl)