Waduh! Masa Depan Avanza Mobil 'Sejuta Umat' di Ujung Tanduk, Kok Bisa?

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 15 Okt 2021 13:00 WIB
Avanza-Veloz Sebangsa di Balikpapan
Waduh! Masa Depan Avanza Mobil 'Sejuta Umat' Lagi di Ujung Tanduk, Kok Bisa?
Jakarta -

Sejumlah model mobil yang sudah menjadi 'raja' penjualan seperti Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander kini harus mulai berhati-hati. Sebab, jika tidak maka akan digeser oleh model-model mobil baru yang masih segar masuk pasar otomotif Indonesia.

Melansir dari CNBC Indonesia, selama beberapa tahun terakhir, kedua model mobil ini sudah menguasai peringkat mobil terlaris. Pada bulan September 2021 lalu saja, Avanza menjadi mobil paling laku dengan penjualan 7.531 unit.

Tren ini sudah berlangsung belasan tahun terakhir. Namun, keduanya perlu berhati-hati, sebab para perusahaan produsen otomotif secara kompak terus memperbarui mobil dari segmen Sport Utility Vehicle (SUV) milik mereka guna menyaingin kedua model mobil terlaris tersebut.

Paling baru adalah Honda Prospect Motor (HPM) yang mengeluarkan All New Honda BR-V pada akhir bulan lalu. Kemudian Astra Daihatsu Motor (ADM) yang memperbarui Daihatsu Terios. Keduanya memperkenalkan mobil lama dengan tampilan baru.

Selain itu ada juga nama lain yang baru masuk Indonesia dan langsung meluncurkan mobil SUV, yakni Renault Kiger hingga Morris Garage (MG) dengan produk New MG ZS. Hal itu menandakan pasar SUV kian berkembang di pasar Indonesia dan menarik perhatian banyak Agen Pemegang Merk (APM).

"Pasar global yang laku MPV hanya di negara kita, negara lain nggak ada yang laku MPV, sedangkan tren SUV itu tren global. Kalau sudah tren dunia, kita tidak terkejut ketika permintaan SUV di sini meningkat," kata pengamat otomotif Bebin Djuana kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (14/10/21).

Di sisi lain, tren ini bisa jadi mengandaskan mobil andalan dan menjadi tradisi di Indonesia, yakni segmen low MPV, yang dikuasai oleh Toyota Avanza selama belasan tahun. Tidak hanya menandaskan tren mobil MPV seperti Toyota Avanza, tren baru ini juga dapat ikut menggerus segmen pasar SUV kelas menengah milik Mitsubishi Xpander.

Namun, Bebin melihat tidak serta merta akan hilang, meskipun pasarnya akan mengecil, bahkan hingga lebih dari 20%.

"Akan tergerus, pasarnya mengecil, karena MPV di negara kita sudah lebih dari 30 tahun menjadi kendaraan masyarakat. Jadi tentu dari eyang ke anak cucu, itu kebiasaan yang nggak langsung hilang luntur. Tapi di sisi lain saya liat anak-anak milenial berani berubah, nggak seperti zaman baby boomer yang terikat tradisi. Jadi kalau kedua possibility itu kita gabungkan, nggak serta merta hilang, tapi dengan berjalannya waktu akan tergerus," ujar Bebin.

Karenanya, Sejumlah perusahaan produsen otomotif sudah menyamarkan model mobil MPV mereka dengan tampilan SUV. Tentu saja dengan ini, persaingan Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander akan semakin berat di pasar Indonesia.

(fdl/fdl)