Justin Bieber Merambah Bisnis Ganja, Kok Bisa?

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 17 Okt 2021 21:02 WIB
LONDON, ENGLAND - OCTOBER 09:  New wet look Justin Bieber figure is unveiled at Madame Tussauds on October 9, 2016 in London, England.  (Photo by Ben A. Pruchnie/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Penyanyi Justin Bieber akan merambah bisnis ganja. Penyanyi Kanada itu bekerja sama dengan Palms Premium, merilis pre-rolled joint (sambungan siap pakai) yang disebut 'Peaches', nama lagu dari album terbarunya.

Palms Premium mengumumkan dengan resmi kemitraan keduanya Senin (4/10) di Instagram. Perusahaan menyebut produk ini akan menjadi koleksi terbatas yang tersedia di California, Nevada, Massachusetts, dan Florida dengan paket tujuh gabungan yang dijual seharga US$ 32 atau setara Rp 449 ribu (kurs Rp 14.036).

Dilaporkan pula hasil dari penjualannya akan digunakan untuk organisasi nirlaba termasuk Proyek Tahanan Terakhir. Proyek ini terkait advokasi reformasi peradilan pidana mengenai ganja.

"Tujuan kami adalah membuat ganja lebih mudah didekati dan membantu menghilangkan stigma penggunaannya," kata Palms dikutip dari Bloomberg, Minggu (17/10/2021).

Bieber sendiri dikenal sebagai investor sejumlah perusahaan. Mulai dari Spotify hingga lini parfumnya sendiri.

Awal tahun ini, New York menjadi negara bagian AS terbaru yang melegalkan ganja. Di AS, tanaman itu halal digunakan untuk tujuan rekreasi orang dewasa di 18 negara bagian dan medis di lebih dari 30 negara bagian.

"Saya penggemar Palms dan apa yang mereka lakukan dengan membuat ganja mudah didekati dan membantu menghilangkan stigma. Terutama bagi banyak orang yang menganggapnya bermanfaat untuk kesehatan mental mereka," kata Bieber.

Sebelumnya, Rapper Jay-Z telah menjadi salah satu selebritas yang paling aktif di industri ini. Awal tahun ini, rapper kelahiran Brooklyn memulai dana investasi US$ 10 juta untuk membantu pengusaha minoritas ganja masuk ke bisnis yang sedang booming.

(aid/dna)