Fakta Baru Terungkap soal Perilaku Genit Bill Gates ke Karyawannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 20 Okt 2021 10:00 WIB
FILE - In this Feb. 9, 2019, file photo, Bill Gates, chairman of the Bill & Melinda Gates Foundation, attends the Africa Leadership Meeting - Investing in Health Outcomes held at a hotel in Addis Ababa, Ethiopia. Leaders of the Gates and Rockefeller Foundations — grant makers that have committed billions of dollars to fight the coronavirus — are warning that without larger government and philanthropic investments in the manufacture and delivery of vaccines to people in poor nations, the pandemic could set back global progress on education, public health, and gender equality for years. (AP Photo/Samuel Habtab, File)
Foto: AP/Samuel Habtab
Jakarta -

Nama Bill Gates sempat tercoreng karena sebuah skandal hubungan romantis dengan bawahannya di Microsoft. Fakta mencengangkan kembali terungkap soal skandal tersebut.

Bertahun-tahun sebelum dewan Microsoft menyelidiki hubungan romantis yang dimiliki Bill Gates dengan seorang bawahan, ternyata si pendiri Microsoft itu sudah pernah diberitahu oleh sesama eksekutif untuk berhenti mengirim email yang tidak pantas ke karyawannya.

Dilansir dari CNN, Rabu (20/10/2021), pada tahun 2008 saat Bill Gates masih menjadi bagian dari Microsoft, para eksekutif perusahaan sempat menemukan email-email yang ditulis Bill Gates kepada seorang karyawan wanita tingkat menengah.

Orang terkaya dunia itu meminta wanita yang merupakan bawahannya itu untuk bertemu di luar jam dan lingkungan kerja.

Pada saat itu, penasihat umum Brad Smith dan chief people officer Lisa Brummel bertemu dengan Bill Gates untuk memberikan teguran. Mereka memberi tahu bahwa perilaku Bill Gates kepasa bawahannya tidak pantas dan harus dihentikan.

Juru bicara Bill Gates, Bridgitt Arnold membantah klaim tersebut. Pihaknya menilai cerita itu hanyalah rumor dari sumber-sumber yang tidak tahu cerita sebetulnya dan memiliki konflik kepentingan.

"Klaim ini palsu, rumor daur ulang dari sumber yang tidak memiliki pengetahuan langsung, dan dalam beberapa kasus memiliki konflik kepentingan yang signifikan," katanya.