Seluruh Afghanistan Terancam Kelaparan, Krisisnya Bisa Nular ke Negara Lain!

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 20 Okt 2021 13:30 WIB
Afghans wait in front of a bank as they try to withdraw money in Kabul, Afghanistan, Sunday, Sept. 12, 2021. (AP Photo/Bernat Armangue)
Ilustrasi/Foto: AP Photo/Bernat Armangue

Sampai saat ini belum bisa diprediksi berapa jumlah pasti para pengungsi Afghanistan. Namun IMF memperkirakan jumlahnya bisa mencapai jutaan.

Negara-negara yang menampung para pengungsi ini diperkirakan bisa menghabiskan dana cukup besar, prediksinya seperti ini: Tajikistan US$ 100 juta (Rp 1,4 triliun), Iran US$ 300 juta (Rp 4,2 triliun), dan Pakistan US$ 500 juta (Rp 7 trillun).

Bulan lalu Tajikistan sudah mengaku tak sanggup lagi menerima pengungsi kecuali ada bantuan dari dunia internasional. Sementara negara Asia lain belum punya rencana untuk menerima para pengungsi tersebut.

Selama ini Afghanistan menerima bantuan internasional dengan jumlah yang cukup besar. Uni Eropa diperkirakan sudah mengucurkan bantuan hingga US$ 65 miliar (Rp 910 triliun) ke Afghanistan dari 2001 hingga 2019.

Dana bantuan itu juga banyak yang akhirnya mengalir ke negara tetangganya seperti Iran, Pakistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan melalui ekspor-impor.

IMF juga khawatir dana tersebut disalahgunakan untuk membiayai terorisme dan pencucian uang dalam jangka waktu tersebut.

Pekan lalu, negara-negara anggota g20 dan negara berkembang sudah sepakat mengucurkan miliaran dolar AS ke Afghanistan demi mencegah krisis berkepanjangan.


(ang/eds)