Pengusaha Beberkan 3 Uang yang Bisa Bikin Ekonomi RI Ngegas Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 20 Okt 2021 12:45 WIB
Arsjad Rasjid resmi ditetapkan menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Periode 2021-2026 melalui Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (1/7/2021)
Foto: Agus/KADIN
Jakarta -

Ekonomi Indonesia dihantam habis-habisan oleh pandemi COVID-19. Pergerakan masyarakat yang tertahan ikut membuat roda ekonomi Indonesia mandek.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan ada satu hal yang bisa membuat roda ekonomi Indonesia kembali berjalan lagi seperti sedia kala. Hal itu adalah uang.

"Apa yang harus dibutuhkan untuk roda ekonomi ini bisa berjalan cepat lagi? Sorry ngomong, uang," kata Arsjad Rasjid dalam pelantikan pengurus baru Kadin Indonesia secara virtual, Rabu (20/10/2021).

Arsjad mengatakan yang dimaksud uang adalah perputaran uang untuk menggerakkan roda ekonomi. Menurutnya hal itu bisa dicapai dengan tiga hal, bank sentral mencetak uang, menambah utang, ataupun investasi.

Dari ketiga pilihan itu, Arsjad mengatakan yang paling aman adalah aliran investasi. Dia mengatakan bila bank sentral mencetak uang lebih banyak dapat membuat kondisi ekonomi tidak stabil.

Menambah utang pun tidak disarankan. Makin banyak utang, makin banyak masalah yang bisa terjadi menurutnya. Maka dari itu, investasi jadi kunci untuk menggerakkan roda ekonomi.

"Kalau harapan kita itu investasi yang masuk. Supaya tidak banjir dengan uang yang banyak bila bank sentral mencetak uang dan dampaknya yang negatif. Atau kalau bicara utang juga nggak bisa terlalu banyak utang, bisa jadi masalah. Maka investasi jadi kunci, baik dari luar dan dalam," papar Arsjad.

Maka dari itu dia bilang pengusaha akan membantu pemerintah untuk menarik investasi demi menggerakkan ekonomi Indonesia.

"Kita mau bangun Indonesia Incorporated, di mana kita satu dan mau bawa investasi masuk. Kadin adalah bagian dari itu," ungkap Arsjad.

Meski mengatakan masalah ekonomi masih menjadi masalah di tengah pandemi, dia bilang ekonomi mulai bertumbuh dengan perlahan. Sebagai buktinya, pada semester I tahun ini ekonomi tumbuh 7% secara tahunan.

Ekspor juga terus mengalami kenaikan, di sisi lain pun pemerintah optimis untuk tahun ini menyentuh 5%.

"Optimisme harus ada dan kita harus pastikan bahwa perang ekonomi harus dimenangkan," kata Arsjad.

Simak video 'Keyakinan Jokowi RI Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketujuh di Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/eds)