BUMN Klaster Pangan Rilis Produk Baru, Erick Thohir Ingatkan Hal Ini

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 20 Okt 2021 21:15 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Tangkapan Layar (Foto: YouTube Channel Setpres)
Jakarta -

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI bersama BUMN Klaster Pangan membuat inovasi pengembangan produk baru. Produk baru tersebut antara lain beras Rania 5 kilogram (kg) varian Premium, Pulen, Sedap Pulen, Pulen Wangi, dan Jasmine Rice, Raja Gula kemasan baru, dan Minyak Goreng Rania.

Deretan produk tersebut resmi diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Selasa (19/10) kemarin di Jakarta.

Di samping meluncurkan produk pangan, RNI juga meluncurkan produk health care seperti Nushi Handsanitizer, Nushi Tissue, dan Nushi Masker. Produk-produk tersebut telah mengantongi izin edar dan telah didistribusikan ke outlet-outlet untuk memenuhi pasokan kebutuhan masyarakat.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan ekosistem pangan ini harus terlihat hasilnya, pertama melalui permergeran beberapa BUMN pangan sehingga dapat fokus dan memperluas bisnis model. Kedua, bagaimana program-program BUMN Klaster Pangan bekerja sama dengan BUMN lainnya seperti Himbara.

Ketiga, perbaikan supply chain sebagai pemain pangan tidak hanya secara global tapi difokuskan pada kekuatan pangan di dalam negeri.

"Sesuai cita-cita Bapak Presiden RI, kita ingin jadi lumbung pangan dunia, kita negara kepulauan, ikan banyak, sama juga pangan kita yang diekspor keluar negeri, saya yakin dari Indonesia, ekosistem pangan ini yang perlu diperbaiki dan dilakukan transformasi," jelas Erick dalam keterangan RNI, Rabu (20/10/2021).

Menurut Erick, transformasi pangan menjadi fokus utama untuk akhir tahun 2021 ini dan tahun depan. Erick melihat persoalan pangan ini sangat kompleks, padahal negara kita adalah agraris, tapi impor terus.

"Ada pangan secara menyeluruh, secara ritelnya ya pangan itu mungkin 30% dari total tenaga kerja di Indonesia," ujarnya.

"Adanya Badan Pangan Nasional akan kita siapkan RNI sebagai fokus market, Bulog sebagai stabilisator, sehingga tidak tumpang tindih, inilah yang diharapkan menjadi transformasi pangan yang betul-betul terjadi dan untuk didukung semua pihak, termasuk kementerian teknis maupun stakeholders lainnya. Kita berharap semua sebagai satu kesatuan utuh untuk memastikan Indonesia maju," tambah Erick.