ADVERTISEMENT

Fantastis! Tarif Endorse Rachel Vennya Tembus Ratusan Juta

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 16:32 WIB
Selebgram Rachel Vennya tiba di Polda Metro Jaya. Dia diperiksa polisi terkait aksi kabur saat karantina di RSDC Pademangan.
Momen Rachel Vennya Penuhi Panggilan Polisi/Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Selebgram Rachel Vennya menjadi perbincangan karena tidak melakukan karantina setelah melakukan perjalanan internasional. Kasus belum rampung, baru-baru ini warganet kembali dihebohkan dengan daftar harga (rate card) endorse atas nama Rachel Vennya yang tersebar di media sosial.

Berdasarkan data yang beredar di media sosial, Rachel mematok tarif endorse mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 100 juta untuk berbagai jenis postingan di Instagram.

Secara rinci, tarif endorse Rachel Vennya berupa konten IG photo (feed) mencapai Rp 45 juta/postingan, IG multiple (tambahan) Rp 10 juta/foto, dan IG video (feed) Rp 80 juta/postingan, IGTV Rp 100 juta/postingan.

Selanjutnya IG Live Rp 65 juta/jam, IG story Rp 12 juta/story dan tambahan Rp 7,5 juta/story, dan IG reels Rp 80 juta/postingan. Kemudian tarif endorse di TikTok Rp 60 juta/postingan, dan YouTube Rp 150 juta.

Meski tarif endorse Rachel Vennya terbongkar, namun warganet ada yang menilai pro dan kontra. Ada netizen yang menyayangkan hal semacam itu disebar ke publik karena menganggap itu sebagai 'rahasia dapur' orang. Adapula netizen yang menganggap rate card sama seperti daftar harga menu di restoran.

Namun hingga saat ini belum dapat dipastikan kebenaran rate card yang beredar tersebut. Terlepas dari itu, jasa endorse telah menjadi ladang uang yang menguntungkan bagi para selebgram atau influencer.

Pakar Marketing Yuswohady menyebut ada sejumlah faktor yang mempengaruhi tarif endorse bisa hingga ratusan juta. Pertama adalah banyaknya audiens yang bisa dijangkau oleh si selebgram atau influencer, kecocokan karakter, dan loyalitas.

"Kalau banyak kan (audiensnya) otomatis kita akan dilihat oleh banyak orang. Itu namanya awareness, artinya kita dikenal orang," katanya kepada detikcom, dikutip Kamis (21/10/2021).

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Simak video 'Rachel Vennya Jalani Pemeriksaan, Polisi: Terancam 1 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



Faktor kecocokan karakter maksudnya adalah karakter selebgram dengan produk yang akan di-endorse. Itu adalah sesuatu yang akan mempengaruhi kesan yang dilihat orang dari brand yang di-endorse.

"Kemudian ada credibility (kredibilitas), ada trustworthy (kepercayaan)," lanjutnya.

Kemudian faktor loyalitas, Yuswohady menyebut laku atau tidaknya barang yang di-endorse oleh selebgram sangat tergantung pada loyalitas para pengikutnya. Apa yang dipromosikan oleh selebgram akan dibeli oleh pengikutnya jika mereka benar-benar loyal.

Terkait Rachel yang saat ini tersandung kasus tidak karantina, Yuswohady menjelaskan kesan yang dimunculkan oleh endorser akan menular kepada produk yang dia promosikan. Artinya, ketika publik memandangnya negatif, maka barang yang dia endorse bisa saja mendapatkan kesan negatif pula.

"Kalau kaya Rachel Vennya ini karena lagi kasus dan kasusnya itu kan nggak bagus, ya menurut saya sih brand mestinya menghindari karena image-nya (Rachel Vennya) nggak bagus kan, (brand yang di-endorse) jadi ikut-ikutan nggak bagus," jelasnya.

Jadi, kata dia, ketika seorang endorser mendapatkan citra negatif yang terancam bukan hanya reputasinya tapi juga brand yang dia endorse. "Kalau artis kan jatuh ya jatuh saja gitu nanti terus nggak beken lagi atau justru dengan banyak kontroversi malah tambah beken. Tapi kalau brand kan nggak begitu, brand itu kan bukan untuk kontroversial, tapi (brand) itu dibangun agar image-nya bagus," tutupnya.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT