Tol Laut Sudah 7 Tahun, Sudah Berhasil Turunkan Harga Berapa Persen?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 20:30 WIB
Tol Laut
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Program Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang di Laut alias Tol Laut sudah berusia 7 tahun. Sejak diluncurkan pada 20 Oktober 2014, program tersebut sudah mengalami peningkatan perkembangan, baik dari segi trayek, jumlah pelabuhan yang disinggahi, kapasitas daya angkut kapal hingga volume muatan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha mengatakan Tol Laut kini telah melayani 32 trayek dan mengoperasikan 32 kapal yang menyinggahi 114 pelabuhan, termasuk trayek Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah bahu membahu mensinergikan setiap tahapan pada Sistem Transportasi Nasional dan Sistem Logistik Nasional," kata dia dalam siaran pers, Kamis (21/10/2021).

Dia menjelaskan dari hasil evaluasi semester I 2021 Program Tol Laut telah mengangkut muatan berangkat sebanyak 6.617 Teus (satuan kontainer) dengan komoditas muatan terbanyak berupa semen, beras, dan air mineral. Kemudian untuk muatan balik sebanyak 2.542 Teus dengan komoditas muatan terbanyak berupa kayu, kopra, dan rumput laut dengan capaian voyage (perjalanan bolak-balik) 54 persen dibandingkan 2020.

"Kinerja Tol Laut tahun ini lebih efektif dibandingkan tahun lalu. Ini semua dapat terwujud berkat upaya seluruh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Unit Penyelenggara Teknis, dan Operator dalam melakukan sosialisasi serta memberi pendampingan kepada pelaku usaha yang terlibat," ujarnya.

Dikutip dari data Kementerian Perdagangan, masyarakat di daerah yang dilewati Trayek Tol Laut saat ini sudah menikmati penurunan harga barang antara 20- 50%. Data tersebut menunjukkan Program Tol Laut berhasil mengurangi disparitas harga yang selama ini menjerat masyarakat, terutama di wilayah Indonesia Timur serta Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan.