Disuntik Abu Dhabi, IPO GoTo Makin Dinanti

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 13:58 WIB
GoTo
Foto: dok Group GoTo
Jakarta -

Keputusan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) terlibat dalam penggalangan dana pra-IPO GoTo dinilai akan memberikan keuntungan besar bagi ekosistem digital terbesar di Indonesia itu. Dengan investasi sebesar US$ 400 juta, masuknya ADIA juga akan meningkatkan valuasi bisnis GoTo. Saat ini valuasi GoTo ditaksir mencapai US$ 30 miliar.

Agus Salim, Ekonom dan Ahli Keuangan Universitas Prasetiya Mulya, mengatakan, suntikan investasi ADIA melalui pra IPO-nya GoTo menjadi salah satu tolak ukur keyakinan investor terhadap rencana IPO GoTo.

"Ini menunjukkan adanya confidence investor atas valuasi dan rencana IPO GoTo, sehingga mereka berani untuk menyuntikan investasinya. Yang kedua, keyakinan bahwa IPO itu akan sukses," ujar Agus, Kamis (21/10/2021).

Melalui penggalangan dana pra-IPO, GoTo dikabarkan membidik jumlah investasi sekitar US$ 1,5 miliar hingga US$ 2 miliar. Dengan dana sebesar itu, GoTo bakal memiliki likuiditas yang sangat besar pasca IPO yang rencananya dilakukan awal tahun depan.

Menurut Agus, keberhasilan pra-IPO GoTo akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan teknologi itu di pasar modal. Pasalnya, GoTo sebagai ekosistem digital memiliki model bisnis yang berbeda dibandingkan emiten yang sudah ada. Apalagi GoTo didukung oleh jutaan pelaku usaha yang menciptakan transaksi ekonomi ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

"Secara umum kalau dilihat dari sisi ekonomi IPO GoTo akan menguntungkan. Akan banyak investor yang berinvestasi di perusahaan-perusahaan teknologi dengan model bisnis yang kuat seperti GoTo. Yang terpenting dengan GoTo menjadi perusahaan publik hal itu akan menjadikan perusahaan lebih transparan dan proses bisnisnya semakin baik," tambah Agus.

Sementara Reuters BreakingViews memperkirakan valuasi GoTo sudah mencapai $32 miliar. Valuasi tersebut merupakan lompatan besar mengingat saat melakukan kolaborasi bisnis Mei lalu, valuasi Gojek dan Tokopedia ini baru sekitar US$ 18 miliar. Reuters menilai masuknya sovereign wealth fund sekelas ADIA akan sangat strategis bagi IPO GoTo.

Keberhasilan GoTo menarik investasi ADIA terjadi kompetitornya seperti Grab, perusahaan asal Malaysia, masih kesulitan melakukan IPO. Sementara kinerja saham Bukalapak juga terus mengalami koreksi dan sudah berada dibawah harga IPO.

Bersambung ke halaman selanjutnya.